JAKARTA, BERITA SENAYAN – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah tidak akan menjadikan hasil survei sebagai tolok ukur utama dalam menjalankan roda pemerintahan. Pernyataan itu disampaikan merespons hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menunjukkan penurunan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Prasetyo, pemerintah tetap berpegang pada komitmen merealisasikan berbagai program strategis demi kepentingan masyarakat, bukan untuk mengejar peningkatan angka elektabilitas atau kepuasan dalam survei.

“Kita bekerja bukan dalam rangka mencari survei,” kata Prasetyo kepada wartawan di Kereta Nusantara Explorer dalam perjalanan dari Batang menuju Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Ia menilai masyarakat akan memberikan penilaian berdasarkan hasil nyata dari berbagai kebijakan yang tengah dijalankan pemerintah. Karena itu, fokus utama pemerintah tetap pada pelaksanaan janji kampanye Presiden Prabowo sekaligus mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi negara maju, sejahtera, dan mandiri.

“Kami tidak pernah melihat atau bekerja untuk mengejar sebuah survei. Tapi dari yang kita kerjakan, kita yakin rakyat akan bisa menerima semua yang kita jalankan sebagai janji kampanye, sebagai cita-cita kita bersama sebagai bangsa dan negara yang ingin maju, yang sejahtera, mandiri dalam berbagai bidang, di antaranya pangan, kemudian energi, industrialisasi kita kejar, hilirisasi kita kejar,” ujarnya.

Pernyataan tersebut muncul setelah SMRC merilis survei terbaru mengenai tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo. Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani menjelaskan, survei yang dilakukan pada 5–19 Juli 2026 menunjukkan tingkat kepuasan publik berada di angka 51,1 persen.

Rinciannya, sebanyak 46,3 persen responden mengaku cukup puas dan 4,8 persen sangat puas terhadap kinerja Presiden. Sementara itu, 46,9 persen responden menyatakan kurang atau tidak puas, sedangkan 2,1 persen tidak memberikan jawaban.

Deni menyebut angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan survei November 2025 yang mencapai 81,2 persen. Artinya, tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo turun sekitar 30,1 poin persentase dalam kurun sembilan bulan.

“Ini cukup konsisten turunnya. Di bulan Maret kita temukan di 66 persen, terus turun lagi. Turun bisa dikatakan cukup tajam, 30,1 persen dalam sembilan bulan,” ujar Deni (red)