JAKARTA, BERITA SENAYAN – Mayoritas masyarakat Indonesia masih meragukan keberhasilan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Hal itu terungkap dalam hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menunjukkan 61,1 persen publik mengaku kurang yakin atau tidak yakin program tersebut akan berkembang dan berhasil.

Temuan tersebut disampaikan Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani dalam pemaparan hasil survei bertajuk Program Khusus Presiden: MBG dan KDMP, Selasa (28/7/2026).

“Secara keseluruhan sekitar 61,1 persen publik merasa kurang atau tidak yakin Program KDMP akan berkembang atau maju, sementara yang merasa sangat atau cukup yakin lebih rendah, hanya 25 persen,” kata Deni.

Meski demikian, survei juga menunjukkan tingkat pengenalan masyarakat terhadap program tersebut sudah cukup tinggi. Sebanyak 76,9 persen responden mengaku telah mengetahui Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, sedangkan 23,1 persen lainnya belum mengetahuinya.

Namun, tingginya tingkat pengetahuan itu belum diikuti optimisme terhadap prospek keberhasilan program. Di antara responden yang mengetahui KDMP, hanya 2,4 persen yang menyatakan sangat yakin program tersebut akan berkembang.

Sebanyak 22,6 persen responden mengaku cukup yakin, sementara 38,9 persen menyatakan tidak yakin dan 22,2 persen mengaku sama sekali tidak yakin. Adapun 13,9 persen responden memilih tidak tahu atau tidak memberikan jawaban.

Hasil tersebut mengindikasikan masih besarnya tantangan pemerintah dalam membangun kepercayaan publik terhadap implementasi Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang menjadi salah satu program prioritas nasional.

Survei SMRC melibatkan 749 responden yang dipilih secara acak pada 5–19 Juli 2026. Penelitian ini memiliki margin of error sekitar ±3,7 persen (red)