JAKARTA, BERITA SENAYAN – Respons santai politikus senior PDI Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo terhadap rencana Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep maju sebagai calon anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V dinilai menyimpan pesan politik tersendiri.

Pengamat politik sekaligus Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai sikap Ganjar menunjukkan PDIP belum menganggap langkah Kaesang sebagai ancaman serius di salah satu basis elektoral terkuat partai berlambang banteng tersebut.

“Ini menjadi ramai karena dianggap sebagai upaya Kaesang sebagai Ketua Umum PSI akan head to head langsung dengan PDIP. Karena Dapil Jawa Tengah V, khususnya, dianggap sebagai salah satu kandangnya banteng,” kata Adi melalui kanal YouTube miliknya, Senin (27/7/2026).

Menurut Adi, pencalonan Kaesang memang memunculkan persepsi bahwa PSI ingin menguji kekuatan politik PDIP secara langsung di Solo Raya. Namun, respons Ganjar yang tenang justru memperlihatkan rasa percaya diri PDIP menghadapi persaingan politik menjelang Pemilu 2029.

Ia menilai langkah Kaesang tetap memiliki makna strategis karena dapat menjadi momentum bagi PSI untuk meningkatkan daya tawar politik sekaligus memperluas basis dukungan di Jawa Tengah.

“Jangan-jangan ini adalah pesan yang ingin disampaikan Kaesang sebagai Ketua Umum PSI untuk menyatakan perang terbuka kepada PDIP. Khususnya bagaimana PSI siap menantang di Pileg 2029,” ujarnya.

Sementara itu, Ganjar Pranowo memilih menanggapi isu tersebut secara ringan. Menurut mantan Gubernur Jawa Tengah itu, setiap warga negara memiliki hak politik yang sama untuk maju sebagai calon anggota legislatif.

“Oh, orang nyalon kok nantang. Kamu juga nyalonin boleh-boleh saja. Semuanya boleh,” kata Ganjar.

Pernyataan tersebut dinilai sebagai sinyal bahwa PDIP tidak ingin larut dalam narasi persaingan personal dengan Kaesang. Meski begitu, pertarungan di Dapil Jawa Tengah V diperkirakan tetap menjadi salah satu kontestasi paling menarik pada Pemilu Legislatif 2029 karena mempertemukan figur nasional dengan wilayah yang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung suara PDIP (red)