JAKARTA, BERITA SENAYAN – Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memperkuat komunikasi serta kolaborasi politik untuk mendukung keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan silaturahmi jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai PKS dengan DPP Partai Golkar di Jakarta.

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menilai PKS memiliki posisi penting dalam koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran.

“PKS memiliki positioning yang bagus dalam koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran. Dan sejauh yang saya tahu, Presiden Prabowo sangat menghargai eksistensi PKS dalam koalisi,” kata Bahlil, Senin (14/09)

Presiden PKS Al Muzammil Yusuf menyatakan, keberadaan partainya dalam koalisi pemerintahan merupakan langkah strategis yang dilandasi kesamaan visi.

Ia menjelaskan, PKS melihat Presiden Prabowo sebagai sosok yang akomodatif terhadap persoalan umat dan tidak menyudutkan kelompok masyarakat tertentu.

“Pernah ada yang menanyakan keberadaan PKS di koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran. Saya jawab, karena Pak Prabowo sangat akomodatif terhadap persoalan umat dan tidak pernah menyudutkan umat. Jadi bagi kami, kesuksesan Presiden Prabowo juga menjadi tanggung jawab seluruh partai pendukung koalisi,” ujar Al Muzammil.

Al Muzammil juga menyambut baik komunikasi politik dengan Partai Golkar. Menurutnya, kedekatan personal dan kesamaan pandangan mengenai masa depan Indonesia menjadi modal penting untuk membangun kerja sama yang lebih luas.

“Kami datang dalam perpolitikan Indonesia dengan harapan bisa meningkatkan komunikasi dan kolaborasi. PKS datang ke Partai Golkar karena kedekatan personal dan kesamaan pandang tentang Indonesia. Saya yakin banyak hal bisa dikerjasamakan dengan Partai Golkar,” ungkapnya.

Golkar Buka Ruang Kerja Sama di Berbagai Sektor

Bahlil menegaskan, pertemuan antara Golkar dan PKS tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang untuk menyelaraskan langkah politik dan kerja sama konkret.

“Pertemuan semacam ini penting agar kita bisa berkolaborasi untuk saling menghadirkan manfaat. Apalagi kita sebagai partai koalisi yang menginginkan kesuksesan pemerintahan,” tutur Bahlil.

Dalam pertemuan tersebut, Golkar mengajak PKS berkolaborasi dalam sejumlah sektor prioritas. Kedua partai membahas penguatan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina di forum internasional, pemberdayaan UMKM, serta penguatan sektor energi nasional.

Kerja sama di bidang energi diarahkan untuk mendorong kemandirian dan kedaulatan energi yang berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

Golkar-PKS Bahas RUU Pemilu

Selain membahas program strategis pemerintahan, Golkar dan PKS turut mendiskusikan sejumlah isu terkait rencana pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu. Bahlil menyatakan, pembahasan regulasi pemilu perlu diarahkan untuk menciptakan iklim demokrasi yang lebih sehat.

“Kita ingin suatu sistem pemilu yang tetap mencerminkan suara rakyat, tetapi juga memungkinkan hadirnya anggota DPR yang berkualitas,” pungkas Bahlil.

Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya kedua partai untuk menyelaraskan pandangan politik, baik di parlemen maupun di tengah masyarakat.

Sebagai tindak lanjut pertemuan, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji dan Sekretaris Jenderal PKS Muhammad Kholid ditunjuk untuk merumuskan format kerja sama ke depan.

Kedua partai sepakat terus memperkuat komunikasi dan bahu-membahu mendukung jalannya pemerintahan Prabowo-Gibran.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas politik sekaligus mendorong terwujudnya kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan rakyat (red)