JAKARTA, BERITA SENAYAN – Ketua DPP PDIP Komarudin Watubun menyerukan penghentian seluruh bentuk kekerasan di Papua menyusul tragedi pembakaran pesawat milik Associated Mission Aviation (AMA) yang menewaskan pilot Nicholas F. Goselin di Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo. Menurutnya, penyelesaian konflik di Bumi Cenderawasih harus mengedepankan dialog, penegakan hukum yang adil, penghormatan terhadap hak asasi manusia, serta nilai-nilai kemanusiaan.
Komarudin menegaskan pemerintah harus memberikan perhatian lebih serius terhadap situasi keamanan di Papua dengan menempatkan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama.
“Kepada Pemerintah Republik Indonesia, saya mendesak agar memberikan perhatian yang lebih serius terhadap situasi keamanan di Papua dengan menempatkan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama. Negara harus hadir memberikan perlindungan kepada seluruh warga negara, menjamin ruang dialog yang aman, menegakkan hukum secara adil, serta memastikan masyarakat Papua dapat bersekolah, bekerja, beribadah, dan menjalani kehidupan dengan rasa aman serta penuh harapan,” ujar Komarudin kepada wartawan, Sabtu (4/7/2026).
Politikus senior PDIP itu juga mengajak seluruh pihak yang masih mengedepankan kekerasan untuk segera menghentikan aksi bersenjata yang hanya memperpanjang penderitaan masyarakat Papua.
“Yang lahir dari kekerasan hanyalah penderitaan yang semakin panjang dan hilangnya kesempatan bagi Papua untuk tumbuh dalam kedamaian,” tegasnya.
Komarudin turut mengajak tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, akademisi, pemerintah daerah, hingga seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat ruang-ruang dialog sebagai jalan utama menyelesaikan konflik.
Menurutnya, Papua memiliki modal sosial dan budaya yang kuat untuk membangun perdamaian melalui musyawarah, saling menghormati, dan semangat persaudaraan.
Lebih lanjut, Komarudin menegaskan keamanan merupakan fondasi utama bagi pembangunan di Papua. Tanpa situasi yang kondusif, pelayanan pendidikan, kesehatan, aktivitas ekonomi, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat akan sulit diwujudkan.
Sebagai wakil rakyat dari Papua di DPR RI, ia memastikan akan terus mendorong pemerintah menghadirkan penyelesaian konflik secara komprehensif melalui perlindungan masyarakat sipil, penegakan hukum yang berkeadilan, pembangunan yang inklusif, serta pembukaan ruang dialog yang aman dan bermartabat.
“Papua tidak boleh terus diwariskan sebagai tanah konflik. Yang harus kita wariskan kepada generasi muda Papua adalah kedamaian, keadilan, pendidikan yang berkualitas, kesempatan untuk hidup sejahtera, dan harapan akan masa depan yang baik,” pungkasnya (red)

Berita terkait