JAKARTA, BERITA SENAYAN – Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, menanggapi pernyataan Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai yang mengeluhkan minimnya apresiasi dari DPR terhadap kinerja Kementerian HAM. Willy menegaskan bahwa apresiasi terhadap prestasi kerja tidak bisa disamakan dengan penilaian terhadap rancangan anggaran kementerian.
Menurut Willy, kritik yang disampaikan Komisi XIII DPR dalam rapat kerja bukan ditujukan pada capaian Pigai sebagai Menteri HAM, melainkan pada postur Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) yang dinilai masih perlu perbaikan.
“Kami mengapresiasi apa yang beliau lakukan, tetapi yang kami beri catatan adalah postur anggarannya. Itu dua hal yang berbeda,” kata Willy Aditya, Kamis (11/6/2026).
Politikus NasDem itu menilai terjadi kesalahpahaman ketika kritik terhadap rancangan anggaran dianggap sebagai bentuk tidak adanya penghargaan terhadap kinerja kementerian. Padahal, menurutnya, fungsi DPR adalah memastikan setiap anggaran negara digunakan secara efektif dan tepat sasaran.
Willy bahkan menggunakan analogi olahraga untuk menjelaskan perbedaan antara prestasi dan evaluasi anggaran.
“Dia menang sepak bola, tapi bukan menang badminton. Jadi jangan dicampur antara prestasi dengan pembahasan anggaran,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Komisi XIII DPR justru mendukung penuh berbagai program pemajuan HAM yang dijalankan Kementerian HAM. Namun, DPR meminta agar alokasi anggaran lebih banyak diarahkan pada program yang berdampak langsung kepada masyarakat, bukan terlalu besar terserap untuk kebutuhan birokrasi.
Menurut Willy, kondisi fiskal negara yang saat ini cukup ketat mengharuskan setiap kementerian menyusun anggaran secara lebih efisien dan berorientasi pada hasil.
“Kalau program pemajuan HAM, promosi HAM, dan pembangunan instrumen HAM, kami dukung. Yang menjadi catatan adalah anggaran yang masih terlalu berat pada sisi birokrasi,” tegasnya.
Willy juga memastikan bahwa Komisi XIII DPR tidak memiliki persoalan pribadi dengan Pigai. Bahkan, rapat pembahasan anggaran yang sempat ditunda disebut sebagai bentuk perhatian DPR agar usulan anggaran Kementerian HAM bisa diperbaiki dan lebih sesuai dengan prioritas nasional.
Sebelumnya, Natalius Pigai mengeluhkan bahwa Kementerian HAM telah menunjukkan berbagai capaian, namun merasa tidak pernah mendapatkan apresiasi dari DPR. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi XIII DPR.
Menanggapi hal itu, Willy menegaskan bahwa DPR tetap memberikan penghargaan terhadap kinerja Pigai, tetapi evaluasi terhadap anggaran tetap harus dilakukan secara objektif dan profesional.
“Jangan sampai prestasi kerja dan pembahasan anggaran dicampur menjadi satu. Itu konteks yang berbeda,” pungkasnya (red)

Berita terkait