JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan melemahnya nilai tukar rupiah memicu kekhawatiran akan terjadinya gelombang arus keluar modal asing (capital outflow) dari Indonesia. Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKB, Marwan Jafar, mengingatkan pemerintah agar tidak terlambat merespons gejolak pasar yang saat ini tengah terjadi.
Menurut Marwan, kepanikan investor yang berujung pada aksi jual besar-besaran telah menjadi faktor utama tekanan terhadap pasar keuangan domestik. Jika kondisi tersebut tidak segera diatasi dengan kebijakan yang jelas dan komunikasi yang meyakinkan, kepercayaan investor dapat terus menurun.
“Sentimen investor memegang kendali besar. Ketika pelaku pasar melihat pemerintah punya strategi mitigasi yang jelas dan respons cepat, tekanan terhadap rupiah bisa diredam. Sebaliknya, jika ketidakpastian dipelihara, pasar keuangan kita bisa lumpuh,” kata Marwan Jafar di Jakarta, Senin (8/6/2026).
Politikus PKB itu menilai faktor psikologis pasar saat ini sama pentingnya dengan kondisi fundamental ekonomi. Karena itu, pemerintah dan otoritas moneter harus segera menunjukkan langkah konkret yang mampu memberikan kepastian kepada pelaku usaha dan investor.
Marwan mengungkapkan, jatuhnya IHSG hingga 4 persen dan pelemahan rupiah ke level Rp18.176 per dolar AS menjadi alarm serius yang tidak boleh dianggap sebagai gejolak biasa. Menurutnya, pasar membutuhkan sinyal kuat bahwa pemerintah memiliki strategi untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Ia menegaskan, risiko terbesar dari memburuknya sentimen pasar adalah meningkatnya capital outflow yang dapat memperlemah nilai tukar rupiah lebih dalam lagi. Kondisi tersebut pada akhirnya akan berdampak pada sektor riil dan kehidupan masyarakat luas.
“Kalau kepercayaan pasar tidak segera dipulihkan, dana asing bisa terus keluar. Dampaknya bukan hanya di pasar modal, tetapi juga terhadap stabilitas ekonomi nasional secara keseluruhan,” ujarnya.
Marwan juga mengingatkan bahwa pelemahan rupiah akan meningkatkan biaya impor bahan baku dan berpotensi mendorong kenaikan harga barang kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah bergerak cepat sebelum dampaknya semakin meluas.
Menurutnya, langkah penyelamatan pasar harus dilakukan secara terukur dan terkoordinasi agar kepercayaan investor kembali pulih dan perekonomian nasional tetap terjaga di tengah tekanan global yang meningkat (red)

Berita terkait