JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi IX DPR RI, Ranny Fahd Arafiq, meminta pemerintah dan seluruh pihak terkait memperketat pengawasan terhadap peredaran Dinitrogen Oksida (N₂O) atau whip pink yang kini mulai marak disalahgunakan di kalangan anak muda.
Ranny menilai tren menghirup gas yang sejatinya digunakan untuk industri makanan tersebut harus segera diantisipasi karena berpotensi menimbulkan dampak serius bagi kesehatan generasi muda.
“Ini bukan soal tren atau sekadar ikut-ikutan. Jika suatu zat masuk ke dalam tubuh dengan cara yang tidak semestinya, dampaknya bisa sangat membahayakan masa depan,” ujar Ranny di Kompleks Parlemen, Senayan.
Politisi Fraksi Partai Golkar itu menegaskan whip pink bukan produk yang dirancang untuk dikonsumsi manusia secara langsung, apalagi digunakan untuk mendapatkan efek psikoaktif sesaat.
Menurutnya, penyalahgunaan gas tersebut dapat memicu gangguan kesehatan mulai dari pusing, kehilangan keseimbangan, hingga kerusakan sistem saraf apabila digunakan berulang kali.
“Kita harus melihat fenomena ini secara jernih. Whip pink adalah gas pendukung untuk industri makanan yang penggunaannya wajib sesuai standar keamanan pangan,” katanya.
Ranny mengungkapkan, meningkatnya kasus penyalahgunaan whip pink tidak terlepas dari mudahnya akses masyarakat mendapatkan tabung gas kecil tersebut di pasaran maupun melalui platform digital.
Ia pun mendorong adanya langkah preventif melalui edukasi publik yang masif serta pengawasan distribusi produk berbasis gas agar tidak jatuh ke tangan yang salah.
Menurutnya, perlindungan terhadap generasi muda membutuhkan keterlibatan bersama antara pemerintah, orang tua, produsen, hingga lingkungan sosial.
“Saya mengetuk kesadaran masyarakat, khususnya anak-anak muda kita, agar lebih bijak dan tidak sekali-kali mencoba hal yang jelas-jelas merusak kesehatan,” tegasnya.
Komisi IX DPR RI, lanjut Ranny, akan terus mengawal upaya mitigasi bahaya zat inhalan demi menjaga keselamatan dan kesehatan masyarakat, terutama kalangan remaja (red)

Berita terkait