BEKASI, BERITA SENAYAN – Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, menyoroti persoalan lampu sinyal kereta yang mengalami bias di perlintasan sebidang Stasiun Bekasi Timur usai terjadinya musibah kecelakaan kereta api di kawasan tersebut.

Temuan itu diperoleh saat Komisi V DPR RI melakukan kunjungan lapangan ke Bekasi, Jumat (22/05/2026), sebagai tindak lanjut rapat kerja bersama seluruh pemangku kepentingan terkait kecelakaan kereta.

Menurut Syaiful Huda, lampu sinyal kereta di lokasi terpengaruh cahaya lingkungan sekitar, terutama dari arah Pasar Baru Bekasi, sehingga berpotensi mengganggu visibilitas dan keselamatan perjalanan kereta api.

“Tadi sudah disepakati. Jadi, terkait dengan itu nanti perbaikan dari Dirjen Perkeretaapian Kementerian akan langsung mengambil alih perbaikan supaya sinyal lampu itu tidak bias oleh lampu-lampu yang lain,” ujar Syaiful Huda.

Politisi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa itu mengatakan perbaikan sistem persinyalan menjadi salah satu langkah prioritas dalam upaya peningkatan keselamatan transportasi di kawasan Bekasi Timur.

Selain persoalan sinyal, Komisi V DPR RI juga membahas percepatan penanganan perlintasan sebidang yang dinilai rawan kecelakaan.

Pemerintah Kota Bekasi disebut telah menyatakan kesiapan menyelesaikan proses pembebasan lahan dalam dua bulan ke depan sebagai bagian dari rencana pembangunan flyover di lokasi tersebut.

“Yang pertama, khusus sekali ini sebenarnya follow-up dari diskusi panjang kita di rapat kerja yang mengundang semua stakeholder,” katanya.

Syaiful Huda menegaskan kunjungan lapangan tersebut dilakukan untuk memastikan solusi jangka pendek yang telah dibahas bersama seluruh stakeholder dapat segera direalisasikan.

Ia berharap sinergi pemerintah pusat dan daerah mampu mempercepat perbaikan infrastruktur dan sistem keselamatan demi mencegah terulangnya kecelakaan serupa di masa mendatang (red)