JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKB, Habib Syarief Muhammad, mengkritik pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dinilai membuat arah pendidikan nasional semakin berorientasi pada angka dan hasil akhir semata.
Dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Gedung DPR RI, Selasa (19/5/2026), Habib meminta pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan TKA.
“Jangan sampai pendidikan kita hanya mengejar angka-angka dan hasil akhir, sementara pemahaman siswa terhadap materi justru terabaikan. Siswa harus selalu diasah kemampuannya berpikir kritis,” ujar Habib Syarief.
Menurut legislator asal Jawa Barat itu, sistem standardisasi seperti TKA berpotensi memperlebar kesenjangan kualitas pendidikan antarsekolah, terutama antara sekolah dengan fasilitas lengkap dan sekolah yang minim sarana pendukung pembelajaran.
Ia menilai kebijakan pendidikan seharusnya lebih fokus pada peningkatan kualitas pemahaman siswa, bukan sekadar pencapaian skor akademik.
Habib juga mengingatkan tingginya tekanan akademik akibat TKA dapat berdampak terhadap kesehatan mental peserta didik. Karena itu, ia meminta pemerintah membuka ruang evaluasi yang objektif dengan melibatkan berbagai pihak.
“Kementerian harus membuka ruang evaluasi yang objektif dan mendengar aspirasi para pemerhati pendidikan, guru, orang tua, hingga peserta didik,” katanya.
Ia berharap evaluasi terhadap TKA dapat menghasilkan kebijakan pendidikan yang lebih adil, inklusif, dan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran secara menyeluruh di Indonesia (red)

Berita terkait