JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, menegaskan akses layanan kesehatan gratis harus terus diperkuat agar masyarakat kecil tidak terkendala biaya maupun birokrasi saat membutuhkan pengobatan.
Komitmen tersebut diwujudkan Novita melalui layanan kesehatan mata gratis bagi warga di Kecamatan Kampak dan Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Senin (11/5/2026). Program itu digelar bersama UPRINTIS Indonesia dan sejumlah mitra, di antaranya Klinik Mata EDC, BPJS Ketenagakerjaan, BPR Jwalita, serta PT JET.
“Kami terus melangkah untuk memberikan pelayanan optimal. Kami menyadari peran kami sebagai pengayom masyarakat. Kesejahteraan dan perlindungan warga adalah prioritas yang konsisten kami jalankan dari tahun ke tahun,” ujar Novita dalam keterangannya, Selasa (12/5/2026).
Legislator daerah pemilihan Jawa Timur VII yang meliputi Ngawi, Ponorogo, Trenggalek, dan Pacitan itu mengatakan pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan mendasar masyarakat yang tidak boleh terhambat persoalan administrasi.
Dalam kegiatan tersebut, Novita juga menyerap berbagai aspirasi warga terkait layanan kesehatan, termasuk persoalan kartu BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran) yang dinonaktifkan sehingga menghambat masyarakat memperoleh layanan medis.
“Masalah kesehatan itu sama pentingnya dengan pangan. Jangan sampai program-program krusial ini tergeser oleh fokus pada satu kebutuhan saja. Dampak dari tidak diprioritaskannya layanan kesehatan bagi warga ekonomi lemah sangatlah luar biasa,” tegas politisi PDI Perjuangan itu.
Menurut Novita, pemerintah perlu memastikan pelayanan kesehatan dapat diakses seluruh masyarakat tanpa hambatan birokrasi yang menyulitkan, terutama bagi warga ekonomi lemah dalam kondisi darurat.
Ia pun berjanji akan membawa berbagai persoalan layanan kesehatan tersebut ke pembahasan bersama mitra kerja DPR RI agar kebijakan kesehatan semakin inklusif dan berpihak kepada masyarakat kecil.
“Saya mendorong pemerintah untuk benar-benar memperbaiki arah kebijakannya. Pelayanan kesehatan harus menjangkau semua, tanpa hambatan birokrasi yang membebani masyarakat kecil,” pungkas Novita (red)

Berita terkait