JAKARTA, BERITA SENAYAN – Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah, Hariqo Wibawa Satria, menegaskan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah strategis dalam menjamin masa depan generasi muda Indonesia.

Program yang diinisiasi pemerintahan Prabowo Subianto tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas kesehatan sekaligus kecerdasan anak-anak di seluruh Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Hariqo dalam diskusi publik yang diselenggarakan Indonesia Development Research pada Minggu (19/4/2026).

Menurutnya, implementasi program MBG dirancang berbasis data nasional dan diawasi secara ketat untuk memastikan kualitas makanan yang didistribusikan ke 26.489 dapur MBG di seluruh Indonesia.

“Sebelum makanan didistribusikan, dilakukan uji kelayakan oleh Kementerian Kesehatan dengan klasifikasi nutrisi dari level A hingga C, sementara kategori D tidak layak konsumsi,” jelas Hariqo.

Ia menambahkan, evaluasi program dilakukan secara berkala agar manfaatnya tidak hanya dirasakan dari sisi kesehatan, tetapi juga mendukung perkembangan kecerdasan anak.

“Kami terus melakukan evaluasi agar program ini tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga mendukung perkembangan kecerdasan anak-anak Indonesia,” ujarnya.

Hariqo juga menegaskan bahwa setiap temuan di lapangan menjadi bahan evaluasi penting untuk meningkatkan standar pelaksanaan program dan meminimalkan risiko.

Soroti Pentingnya Komunikasi Publik

Dalam diskusi tersebut, jurnalis senior Elik Susanto menekankan pentingnya strategi komunikasi publik yang efektif dalam mendukung keberhasilan program pemerintah.

Menurutnya, media memiliki peran krusial dalam menyampaikan informasi yang akurat sekaligus menangkal hoaks di masyarakat.

“Optimalisasi media bukan sekadar penyebaran informasi, tetapi menjadi kunci membangun pemahaman publik yang utuh sekaligus menangkal hoaks,” ungkap Elik.

Sementara itu, analis komunikasi politik dari Indonesia Development Research, Faisal, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, khususnya antara pemerintah dan kalangan akademisi.

Ia menilai sinergi tersebut menjadi fondasi penting dalam memperkuat riset serta edukasi publik guna mendukung keberhasilan program.

“Melibatkan akademisi berarti memperkuat basis keilmuan sekaligus mempercepat terwujudnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” pungkasnya (red)