Berita Senayan
Network

Aktivis Muda Kritik Minimnya Realisasi Program Pemuda di Tahun Pertama Prabowo

Redaksi
Laporan Redaksi
Selasa, 11 November 2025, 21:38:44 WIB
Aktivis Muda Kritik Minimnya Realisasi Program Pemuda di Tahun Pertama Prabowo
Diskusi Pemuda



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Sejumlah aktivis dan mahasiswa menyoroti lambannya realisasi program-program kepemudaan pada tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kritik ini mencuat dalam Diskusi Publik yang digelar Forum Pemerhati Kebijakan Publik (Formatik) di Warung Pojok Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (11/11).

Acara bertajuk “Refleksi Satu Tahun Prabowo–Gibran dan Momentum Hari Pahlawan: Menanamkan Rasa Nasionalisme” tersebut menghadirkan sekitar seratus peserta dari berbagai kampus dan organisasi kepemudaan.

Meski data Kementerian Keuangan mencatat realisasi pendapatan negara hingga semester I 2025 mencapai Rp1.210 triliun dan belanja Rp1.407 triliun, kalangan pemuda menilai arah penggunaan anggaran belum menunjukkan keberpihakan yang kuat terhadap peningkatan kapasitas generasi muda.

Ketua Bidang Politik DPP KNPI, Aridho Pamungkas, menyebut sejumlah program unggulan pemerintah terkait pemuda masih berhenti pada narasi tanpa indikator hasil yang jelas.

“Program untuk generasi muda sebagian besar masih sebatas jargon, belum terlihat outcome-nya,” kata Aridho.

Ia menambahkan bahwa transparansi terhadap program seperti beasiswa, pendidikan vokasi, hingga dukungan UMKM pemuda harus diperbaiki agar bisa dipantau publik.

Diskusi ini juga bertepatan dengan momentum Hari Pahlawan 10 November. Para pemuda mengaitkan refleksi kepemimpinan nasional dengan nilai-nilai perjuangan tokoh bangsa, mulai dari semangat swasembada pangan ala Soeharto, pembentukan karakter Syaikhona Kholil, hingga toleransi Gus Dur.

Mereka menilai bahwa cita-cita pembangunan seharusnya berorientasi pada kemanusiaan, keadilan sosial, dan keberpihakan terhadap kelompok rentan—termasuk generasi muda.

Para peserta sepakat bahwa fokus pemerintah saat ini tidak boleh hanya pada menjaga postur fiskal, tetapi memastikan implementasi program berdampak langsung bagi anak muda.

“Asta Cita harus diwujudkan dalam angka, bukan hanya slogan,” pungkas Aridho (red)