BANDUNG, BERITA SENAYAN – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Akbarshah Fikarno Laksono mendorong penguatan Lanud Sulaiman, Bandung, sebagai pusat pendidikan TNI Angkatan Udara (TNI AU) yang mampu mencetak personel adaptif menghadapi perkembangan teknologi pertahanan.
Menurut Dave, penguatan tersebut membutuhkan pembenahan menyeluruh, mulai dari tenaga pendidik, fasilitas pendidikan, peralatan, hingga dukungan personel.
Hal itu disampaikan Dave saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi I DPR RI di Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (28/8/2026).
Dave mengatakan Lanud Sulaiman memiliki posisi strategis karena menjalankan fungsi sebagai satuan pendidikan. Karena itu, kualitas fasilitas dan tenaga pendidik harus terus ditingkatkan agar lulusan yang dihasilkan mampu memenuhi kebutuhan TNI AU.
“Berdasarkan hasil temuan kami di Lanud Sulaiman dibutuhkan revitalisasi peralatan dan tambahan personel untuk mendukung tugas TNI AU dalam menjaga keaman NKRI,” ujar Dave.
Ia menilai perkembangan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang semakin pesat menuntut personel TNI AU memiliki kemampuan beradaptasi dan berinovasi.
“Sebagai skuadron pendidikan, setiap lulusannya harus mampu beradaptasi dan berinovasi terhadap perkembangan alutsista,” imbuhnya.
Tiga Aspek Pendidikan Harus Diperkuat
Dave menekankan sedikitnya tiga aspek yang perlu mendapatkan perhatian dalam pengembangan Lanud Sulaiman, yakni tenaga pendidik, fasilitas, dan peralatan.
Menurutnya, ketiga aspek tersebut harus diperkuat secara beriringan agar proses pendidikan mampu mengikuti kebutuhan perkembangan TNI AU.
“Mulai dari tenaga pendidiknya, fasilitas dan peralatan serta urgensi penambahan personel juga harus dijalankan untuk memastikan target pertumbuhan dan perkembangan TNI AU dapat tercapai,” katanya.
Selain itu, Dave menilai kebutuhan personel juga perlu disesuaikan dengan meningkatnya aktivitas pertahanan udara di wilayah Bandung.
Penambahan personel secara proporsional diperlukan untuk memastikan fungsi pendidikan sekaligus tugas operasional dapat berjalan secara optimal.
Kesejahteraan Prajurit Tak Boleh Diabaikan
Dalam kunjungan tersebut, Dave juga menyoroti aspek kesejahteraan prajurit TNI AU.
Menurutnya, peningkatan kesejahteraan perlu disesuaikan dengan indeks kebutuhan hidup di Kota Bandung yang terus berkembang.
Ia menilai pemenuhan kesejahteraan prajurit menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan profesionalisme dan kesiapan personel dalam menjalankan tugas.
Dukungan terhadap personel, kata Dave, harus berjalan seiring dengan peningkatan infrastruktur dan fasilitas pertahanan.
Targetkan Lanud Sulaiman Jadi Center of Excellence
Dave berharap penguatan Lanud Sulaiman dapat menjadikannya sebagai pusat unggulan pendidikan TNI AU.
Menurutnya, lembaga pendidikan tersebut harus mampu menyediakan pendidikan secara masif, terukur, dan sesuai kebutuhan organisasi.
“Harapannya agar Lanud ini terus berperan menjadi center of excellent dalam menyediakan pendidikan secara masif dan terukur, sehingga semua personel yang didik dapat mengisi kebutuhan TNI AU,” pungkasnya.
Dave menilai pengembangan Lanud Sulaiman tidak hanya penting bagi peningkatan kualitas pendidikan TNI AU, tetapi juga menjadi bagian dari investasi sumber daya manusia pertahanan untuk menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan keamanan di masa mendatang (red)

Berita terkait