JOMBANG, BERITA SENAYAN – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026), memiliki keistimewaan tersendiri. Selain dihadiri Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, tanggal pelaksanaannya juga dinilai memiliki makna khusus.
Pengasuh Pondok Pesantren Tambakberas Jombang, KH Hasib Wahab Chasbullah, mengaitkan angka pada tanggal dan tahun pelaksanaan Muktamar dengan Presiden Prabowo.
Hal itu disampaikan Kiai Hasib dalam rangkaian pembukaan Muktamar ke-35 NU. Ia juga memimpin doa bersama dalam kesempatan tersebut.
Menurut Kiai Hasib, pelaksanaan Muktamar pada 27 Agustus memiliki rangkaian angka yang menarik. Ia mengawali dengan menjumlahkan angka 2 dan 7 pada tanggal 27.
“Hari ini tanggal 27. Dua tambah tujuh, sembilan itu bintang NU,” ujar Kiai Hasib.
Kiai Hasib kemudian mengaitkan angka bulan dan tahun pelaksanaan Muktamar. Agustus merupakan bulan kedelapan, sedangkan angka 2 dan 6 pada tahun 2026 jika dijumlahkan juga menghasilkan angka delapan.
“Agustus delapan, dua tambah enam itu delapan. Jadi Muktamar ini Muktamar Pak Prabowo. Ini angkanya Pak Prabowo,” katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan Kiai Hasib di tengah kehadiran Prabowo dalam pembukaan Muktamar NU ke-35. Presiden hadir bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta sejumlah pejabat dan tokoh nasional.
Lebih jauh, Kiai Hasib menegaskan hubungan NU dengan negara tidak dapat dipisahkan. Ia mengibaratkan NU dan negara seperti dua sisi mata uang yang saling melengkapi.
Menurutnya, kecintaan NU terhadap tanah air telah diwujudkan melalui dukungan terhadap pemerintahan Indonesia dari masa ke masa.
“NU cinta tanah air, benar-benar mendukung pemerintahan dari mulai Pak Karno hingga ke Bapak Pak Prabowo,” ujar Kiai Hasib.
Ia juga menyampaikan doa untuk Presiden Prabowo agar mampu menjalankan amanah kepemimpinannya dengan kuat dan selamat hingga akhir masa jabatan.
“Pak Prabowo ini orang hebat. Kita doakan kepemimpinan beliau ini bisa kuat, bisa selamat sampai akhir periode,” pungkasnya.
Kehadiran Prabowo dan Gibran dalam pembukaan Muktamar ke-35 NU menjadi salah satu momentum yang mendapat perhatian dalam forum organisasi tersebut.
Bagi Kiai Hasib, momentum Muktamar kali ini tidak hanya menjadi agenda penting bagi NU, tetapi juga memperlihatkan eratnya hubungan antara organisasi keagamaan tersebut dengan kehidupan berbangsa dan bernegara (red)

Berita terkait