JOMBANG, BERITA SENAYAN – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mendorong Nahdlatul Ulama (NU) membangun sistem organisasi yang mandiri dan tidak bergantung kepada pihak mana pun.
Menurut Cak Imin, kemandirian menjadi salah satu kunci agar kekuatan NU tetap terjaga dan tidak mengalami kemunduran di masa mendatang.
Pernyataan itu disampaikan Cak Imin seusai menghadiri acara Majelis Pemberdayaan Manusia di Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif, Denanyar, Jombang, Jawa Timur, Jumat (28/8/2026).
“Ya, kami mengetuk kesadaran para pimpinan NU, tidak ada jalan lain agar kekuatan NU ini tidak punah. Kecuali NU memiliki sistem yang mandiri, tidak bergantung kepada siapapun,” ujar Cak Imin.
Cak Imin menilai NU memiliki kekuatan besar, baik dari sisi sumber daya manusia maupun potensi sosial dan ekonomi. Namun, kekuatan tersebut harus dikelola melalui sistem organisasi yang kuat dan mandiri.
Menurutnya, ketergantungan kepada pihak lain berpotensi mengurangi daya tawar serta menghambat NU dalam mengembangkan potensi yang dimilikinya.
Karena itu, Cak Imin meminta para pimpinan NU memiliki kesadaran terhadap besarnya kekuatan organisasi dan menjadikan kemandirian sebagai agenda penting dalam kepemimpinan NU ke depan.
Ukhuwah Jadi Kunci Kemandirian NU
Selain kemandirian organisasi, Cak Imin juga menyoroti pentingnya menjaga ukhuwah nahdliyah.
Ia menilai ukhuwah memiliki fungsi strategis sebagai perekat berbagai potensi warga NU. Menurutnya, kekuatan sosial dan ekonomi NU hanya dapat terjaga apabila hubungan antarelemen di dalam organisasi tetap solid.
“Kegagalan lima tahun terakhir ini merusak ukhuwah nahdliyah. Ukhuwah yang merekatkan potensi agar kemandirian dan kekuatan sosial ekonomi NU bisa terjaga,” kata Cak Imin.
Karena itu, ia berharap Muktamar ke-35 NU tidak hanya membahas persoalan pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi ruang evaluasi terhadap perjalanan organisasi selama lima tahun terakhir.
“Kegagalan lima tahun terakhir ini harus menjadi evaluasi karena muktamar itu forum evaluasi,” tandasnya.
Muktamar Jadi Momentum Menentukan Arah NU
Cak Imin menyebut Muktamar ke-35 NU sebagai momentum penting untuk menentukan arah organisasi pada periode berikutnya.
Ia menilai pemimpin NU mendatang harus memiliki kemampuan untuk memperkuat sistem organisasi, menjaga ukhuwah nahdliyah, sekaligus mendorong kemandirian sosial dan ekonomi.
Sebelumnya, Cak Imin juga menyampaikan bahwa tokoh yang memimpin NU ke depan tidak boleh mengulangi kesalahan yang terjadi selama lima tahun terakhir.
“Ya, yang sesuai itu ya, jangan mengulangi yang salah, yang salah, yang salah,” ujarnya.
Pernyataan Cak Imin menempatkan isu kemandirian sebagai salah satu pekerjaan penting yang perlu diperhatikan dalam menentukan arah NU ke depan.
Bagi Cak Imin, NU memiliki modal sosial yang besar. Namun, modal tersebut perlu diperkuat dengan sistem organisasi yang mandiri agar kekuatan NU dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi warga serta masyarakat luas (red)

Berita terkait