JAKARTA, BERITA SENAYAN – Elektabilitas Partai Gerindra mengalami penurunan tajam dalam survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani menilai anjloknya dukungan terhadap partai berlambang kepala garuda itu berkaitan erat dengan menurunnya kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto.

Survei bertajuk “Elektabilitas Partai” menunjukkan Gerindra masih berada di posisi pertama dengan elektabilitas 16,9 persen. Namun, angka tersebut merosot jauh dibandingkan survei Februari–Maret 2026 yang mencapai 29,3 persen.

“Dibanding Pemilu 2024, suara Gerindra naik dari 13,2 persen menjadi 23,3 persen di survei November 2025, kemudian naik lagi hingga mencapai 29,3 persen di survei Februari–Maret 2026, namun kemudian turun cukup tajam menjadi 16,9 persen di survei terakhir pada Juli 2026,” kata Deni dalam keterangannya, Kamis (30/7/2026).

Menurut Deni, tren penurunan elektabilitas Gerindra berlangsung seiring melemahnya penilaian positif masyarakat terhadap pemerintahan Presiden Prabowo.

Ia menyebut bukan hanya kepuasan terhadap presiden yang menurun, tetapi juga persepsi publik terhadap berbagai aspek pemerintahan, mulai dari kondisi ekonomi, politik, penegakan hukum, hingga pelaksanaan program-program prioritas nasional.

“Serta merosotnya sentimen positif atas kondisi ekonomi, politik, penegakan hukum, dan program-program prioritas presiden: Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP),” ungkapnya.

Dalam survei semi-terbuka tersebut, responden diminta memilih partai politik yang akan dipilih apabila Pemilu DPR dilaksanakan saat ini.

Gerindra memperoleh dukungan 16,9 persen, diikuti PDI Perjuangan 11,7 persen, Partai Golkar 9,6 persen, dan Partai Demokrat 8,1 persen.

Selanjutnya PKB meraih 5,4 persen, NasDem dan PKS masing-masing 4,4 persen, PSI 4,1 persen, Perindo 2,2 persen, PAN 1,9 persen, PPP 1,3 persen, serta Partai Garuda 1 persen. Partai lainnya berada di bawah satu persen.

Meski masih memimpin, dominasi Gerindra dinilai tidak lagi sekuat beberapa bulan sebelumnya. Bahkan, sebanyak 25,9 persen responden mengaku belum menentukan pilihan atau tidak menjawab, sehingga peta persaingan partai politik dinilai masih sangat terbuka menjelang Pemilu mendatang.

Survei SMRC dilakukan pada 5–19 Juli 2026 terhadap 749 responden yang dipilih secara acak. Sebanyak 83,8 persen responden diwawancarai melalui telepon, sedangkan 16,2 persen diwawancarai secara tatap muka. Survei memiliki margin of error sekitar ±3,7 persen (red)