MALANG, BERITA SENAYAN – Sekretaris Jenderal DPP PKB sekaligus Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Malang Raya, Hasanuddin Wahid, menegaskan bahwa Cak Udin Open 2026 bukan sekadar turnamen bulutangkis, tetapi menjadi ajang mencari bibit atlet potensial sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat.
Turnamen yang menjadi rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut resmi berakhir setelah partai final digelar pada Sabtu (18/7/2026).
Kompetisi yang berlangsung sejak 14 Juli 2026 itu telah menjadi agenda tahunan yang rutin digelar setiap bulan Juli dengan melibatkan peserta dari seluruh wilayah Malang Raya.
“Saya sebagai anggota DPR RI PKB Dapil Malang Raya selalu bikin open turnamen badminton dalam rangka harlah. Sebenarnya acara Cak Udin Open ini tradisi tahunan, setiap tahun. Kita menggelar Cak Udin Open ini badminton se-Malang Raya yang waktunya selalu kita upayakan di bulan Juli, jadi ini agenda tahunan,” ujar Hasanuddin Wahid yang akrab disapa Cak Udin.
Menurutnya, tujuan utama penyelenggaraan turnamen adalah memberikan ruang pembinaan bagi atlet muda sekaligus memfasilitasi masyarakat yang memiliki hobi bulutangkis agar tetap dapat berkompetisi.
“Motivasi kita membuat acara ini adalah menemukan bibit-bibit unggul yang bisa kita dorong, kita bantu, dan kita kawal menjadi atlet-atlet badminton yang berprestasi, sekaligus memberikan ruang kepada teman-teman yang usianya sudah bukan atlet, tetapi masih hobi bermain badminton,” katanya.
Hasanuddin menilai bulutangkis merupakan olahraga yang paling dekat dengan masyarakat Indonesia karena dapat dimainkan oleh berbagai kalangan usia. Semangat kebersamaan yang tercipta melalui olahraga tersebut, menurutnya, sejalan dengan semangat Harlah PKB.
“Kalau main badminton tidak riang gembira, itu tidak sesuai dengan semangat Harlah PKB ke-28,” ujarnya.
Antusiasme masyarakat terhadap Cak Udin Open 2026 terlihat dari tingginya jumlah pendaftar. Panitia mencatat lebih dari 560 peserta mendaftarkan diri, meski tidak semuanya dapat mengikuti pertandingan karena keterbatasan waktu dan format kompetisi.
Hasanuddin memastikan turnamen ini akan terus digelar setiap tahun sebagai bagian dari komitmen PKB dalam mendorong budaya hidup sehat sekaligus meningkatkan prestasi olahraga di Malang Raya.
“Intinya semakin banyak yang ikut pertandingan ini semakin baik, tapi kita menyesuaikan dengan skema pertandingan dan lama waktu,” jelasnya.
Sebagai bentuk apresiasi kepada peserta, panitia menyiapkan total hadiah sebesar Rp50 juta yang diperebutkan dalam empat kategori pertandingan, yakni Kelas EE, FF, CD, dan BB.
Berakhirnya Cak Udin Open 2026 sekaligus menutup rangkaian kegiatan olahraga dalam peringatan Harlah ke-28 PKB. Turnamen tersebut diharapkan terus menjadi wadah pembinaan atlet muda sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat melalui olahraga (red)

Berita terkait