JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi III DPR RI Soedeson Tandra meminta aparat penegak hukum tidak hanya menangkap pelaku ancaman bom terhadap SDN Srengseng Sawah 15, Jakarta Selatan, tetapi juga mengungkap motif yang melatarbelakangi aksi tersebut. Menurutnya, pengusutan motif menjadi kunci untuk memastikan tidak ada ancaman yang lebih besar terhadap keamanan masyarakat maupun negara.

Pernyataan itu disampaikan Soedeson di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Politikus Fraksi Partai Golkar itu menegaskan penyelidikan harus dilakukan secara profesional dan menyeluruh.

“Kami minta kepada aparat penegak hukum untuk menangani itu sebaik-baiknya. Dan menyelidiki apa motif dari si pelaku. Kalau motifnya hanya dendam, ya selesaikan,” kata Soedeson.

Namun, ia mengingatkan aparat tidak boleh berhenti apabila ditemukan indikasi ancaman yang lebih serius. Bila aksi tersebut berkaitan dengan upaya mengganggu keamanan dalam negeri, aparat diminta mengembangkan penyidikan hingga ke pihak-pihak yang diduga berada di balik pelaku.

“Tapi motif di belakang itu yang mengancam keselamatan negara, mengancam keamanan dalam negeri, kami minta untuk membongkar jaringannya. Siapa di belakang itu, untuk mengetahui siapa dan menangkap, memeriksa, memberantas semuanya itu dengan sungguh-sungguh dengan tegas,” tegasnya.

Soedeson menilai pengungkapan motif akan memberikan kepastian hukum sekaligus mencegah spekulasi yang dapat memicu keresahan di tengah masyarakat.

Selain proses penyidikan, ia juga meminta aparat memperkuat langkah preventif melalui fungsi intelijen dan keamanan masyarakat agar ancaman serupa tidak kembali terjadi, khususnya di lingkungan sekolah.

Menurutnya, koordinasi antara aparat keamanan dan masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun sistem deteksi dini terhadap berbagai potensi ancaman.

“Permintaan kami aparat penegak hukum, bekerja sebaik-baiknya. Bidang intelijen, bidang kamtibmas, mendekati masyarakat dengan baik,” pungkas Soedeson (red)