JAKARTA, BERITA SENAYAN – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) sekaligus Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Dr. H. Wihaji, resmi terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) periode 2026–2030. Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menilai kepemimpinan Wihaji menjadi momentum penting untuk melanjutkan transformasi dan regenerasi organisasi.

Wihaji ditetapkan sebagai Ketua Umum MKGR secara aklamasi dalam Musyawarah Besar Luar Biasa (Mubeslub) yang digelar di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (11/7/2026). Ia menjadi calon tunggal setelah memperoleh dukungan penuh dari 34 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) MKGR di seluruh Indonesia.

Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia menyambut positif terpilihnya Wihaji. Menurutnya, sosok Wihaji memiliki pengalaman, kapasitas, dan rekam jejak kepemimpinan yang dibutuhkan untuk membawa MKGR semakin maju sebagai salah satu organisasi pendiri Partai Golkar.

“Sangat tepat kalau salah satu calon Ketua Umum MKGR ke depan adalah Pak Wihaji. Saya kenal betul Pak Wihaji sejak kami masih muda, sama-sama susah,” ujar Bahlil.

Bahlil optimistis kepemimpinan baru akan memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memperluas kaderisasi MKGR di berbagai daerah.

“Saya sudah kenal lama sama Pak Wihaji. Punya kemampuan dan kapasitas yang mumpuni untuk insyaallah membawa MKGR jauh lebih baik,” katanya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Adies Kadir yang sebelumnya memimpin MKGR sebelum mengundurkan diri karena mendapat amanah sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK).

Menurut Bahlil, pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari proses regenerasi yang harus menghasilkan organisasi yang semakin kuat.

“Seorang pemimpin harus bisa lebih baik dari pendahulunya. Itulah yang disebut transformasi dan regenerasi,” tegasnya.

Sementara itu, Wihaji menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan seluruh pengurus daerah MKGR. Ia menilai amanah tersebut menjadi tanggung jawab besar untuk memperkuat organisasi dan meningkatkan kontribusi MKGR bagi Partai Golkar maupun pembangunan nasional.

“Seperti hari ini saya didampingi 34 DPD Ormas MKGR yang mendukung saya untuk ikut kontestasi pemilihan Ketum Ormas MKGR. Tentu sebagai kader, saya merasa bangga dan terpanggil untuk bisa bersama-sama membangun Ormas MKGR,” ujar Wihaji.

Ia memastikan seluruh proses pencalonannya dijalani sesuai mekanisme organisasi serta menegaskan komitmennya menjalankan visi, misi, dan program kerja yang akan menjadi arah kepemimpinannya selama lima tahun ke depan.

Dengan kepemimpinan baru tersebut, MKGR diharapkan mampu memperkuat soliditas internal, meningkatkan kaderisasi, serta memperbesar kontribusi organisasi dalam mendukung agenda pembangunan nasional dan penguatan Partai Golkar (red)