JAKARTA, BERITA SENAYAN – Pengamat politik Ray Rangkuti menilai safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) juga memiliki tujuan jangka pendek, yakni mengantisipasi kemungkinan munculnya dinamika politik yang dapat memengaruhi keberlangsungan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto hingga berakhir pada 2029.
Menurut Ray, selain menjaga elektabilitas Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam jangka panjang, Jokowi dinilai mulai menyiapkan berbagai skenario apabila terjadi situasi politik yang tidak terduga.
“Jangka pendeknya, siapa tahu ada sesuatu yang tidak terduga yang berhubungan dengan kekuasaan Pak Prabowo, mungkin karena faktor alam atau faktor politik sehingga tidak dapat melanjutkan pemerintahan sampai 2029,” kata Ray dalam Channel YouTube Kanal SA, Selasa (7/7/2026).
Ray menjelaskan, skenario tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Jokowi terus aktif melakukan safari politik bersama PSI. Menurutnya, langkah itu bertujuan memperkuat posisi politik Gibran sebagai figur nasional yang tetap memiliki legitimasi publik apabila terjadi perubahan konstelasi politik.
Ia menilai, apabila muncul kondisi yang membuat Prabowo tidak dapat menyelesaikan masa pemerintahannya, maka kesiapan politik Gibran menjadi faktor penting yang harus dipersiapkan sejak sekarang.
“Kalau ada yang mengatakan harus memikirkan kemungkinan Prabowo tidak sampai 2029, maka otomatis di dalamnya juga ada kepentingan untuk mempersiapkan Gibran,” ujarnya.
Selain itu, Ray juga melihat Jokowi tengah menjaga agar elektabilitas Gibran tetap berada pada level yang kompetitif menjelang Pemilihan Presiden mendatang.
Menurutnya, langkah tersebut diperlukan karena peluang Prabowo kembali menggandeng Gibran sebagai calon wakil presiden dinilai tidak terlalu besar.
“Prediksi saya tidak lebih dari 30 persen. Berarti 70 persennya beliau punya banyak sekali calon yang memungkinkan untuk direkrut sebagai cawapres. Nah, ini yang dibaca oleh Jokowi,” katanya.
Karena itu, Ray menilai Jokowi mulai membuka berbagai kemungkinan politik bagi putranya, baik tetap mendampingi Prabowo apabila mendapat dukungan kembali maupun membangun poros politik baru bersama tokoh lain.
Menurutnya, seluruh skenario tersebut hanya bisa berjalan apabila popularitas dan elektabilitas Gibran tetap terjaga di mata publik.
“Tetap bersama dengan Prabowo atau tidak bersama dengan Prabowo dan bergandengan dengan yang lain, cuma satu syaratnya, elektabilitas Gibran itu harus terpelihara. Oleh karena itu sekarang dilakukan safari politik,” pungkasnya (red)

Berita terkait