JAKARTA, BERITA SENAYAN – Presiden Partai Buruh Said Iqbal akhirnya buka suara terkait keputusan Sekretaris Jenderal Partai Buruh Ferri Nuzarli yang mengundurkan diri bersama Organisasi Rakyat Indonesia (ORI). Meski Ferri mengklaim sekitar 1,3 juta anggota ORI keluar dari partai, Said menegaskan langkah tersebut tidak akan menggoyahkan soliditas Partai Buruh.

Said memilih tidak menanggapi klaim jumlah anggota yang disebut ikut hengkang bersama Ferri. Menurutnya, dinamika keluar-masuk kader merupakan hal yang lumrah dalam kehidupan partai politik.

“Terhadap klaim sahabat saya tersebut, saya tidak ada komentar, apalagi terkait anggota 1,3 juta tersebut,” kata Said Iqbal kepada wartawan, Sabtu (27/6/2026).

Ia memastikan Partai Buruh tetap menjalankan agenda organisasi sesuai rencana. Salah satunya adalah pelantikan pengurus pleno tingkat pusat serta kepengurusan di 38 provinsi dan 493 kabupaten/kota yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (29/6/2026).

Selain itu, Said juga menegaskan posisi Sekretaris Jenderal yang ditinggalkan Ferri akan segera diisi oleh kader internal Partai Buruh.

“Dari internal Partai Buruh (sekjennya),” ujarnya.

Sebelumnya, Ferri Nuzarli mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Sekretaris Jenderal sekaligus keluar dari Partai Buruh. Ia menyatakan sekitar 1,3 juta anggota dan pengurus ORI juga mengikuti langkah tersebut karena adanya perbedaan pandangan, sikap, dan arah perjuangan dengan Partai Buruh.

Ferri menjelaskan keputusan itu diambil setelah melalui proses evaluasi yang panjang. Ia menilai persoalan internal yang terjadi tidak lagi dapat diselesaikan melalui mekanisme kekeluargaan.

ORI sendiri merupakan sayap politik Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) yang dipimpin Andi Gani Nena Wea dan menjadi salah satu dari 11 organisasi inisiator berdirinya Partai Buruh pada Kongres I tahun 2021.

Meski demikian, Said Iqbal menegaskan aktivitas dan konsolidasi Partai Buruh tetap berjalan normal. Dengan tetap melaksanakan pelantikan kepengurusan nasional dan daerah serta segera menunjuk sekretaris jenderal baru, Partai Buruh ingin menunjukkan bahwa dinamika internal tidak akan mengganggu agenda politik organisasi menjelang berbagai agenda nasional mendatang (red)