JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah mengingatkan perguruan tinggi agar tidak kehilangan kedekatan dengan mahasiswanya akibat jumlah mahasiswa yang terus membengkak. Menurutnya, kampus dengan jumlah mahasiswa yang terlalu besar berisiko menciptakan jarak antara sivitas akademika dengan mahasiswa, bahkan membuat mahasiswa tidak mengenal pimpinan kampusnya sendiri.

“Kalau jumlah mahasiswa terlalu besar, bagaimana span of control-nya? Kapan rektor bisa bertemu mahasiswa? Bahkan ada kondisi di mana mahasiswa tidak mengenal pimpinan kampusnya,” kata Ferdiansyah dalam Rapat Dengar Pendapat Panja Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Komisi X DPR RI bersama para pakar pendidikan tinggi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Politikus Partai Golkar itu menilai persoalan kapasitas tampung perguruan tinggi tidak semata-mata soal kuantitas penerimaan mahasiswa baru. Menurutnya, peningkatan jumlah mahasiswa harus diimbangi dengan kemampuan institusi dalam mengelola dan memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas.

Ia mengkhawatirkan hubungan yang terlalu jauh antara mahasiswa dan pengelola kampus akan menimbulkan kesan bahwa perguruan tinggi hanya menjadi institusi administratif yang kehilangan sentuhan kemanusiaan.

Padahal, kata legislator asal Daerah Pemilihan Jawa Barat XI itu, pendidikan tinggi bukan hanya tentang transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter dan interaksi sosial yang membutuhkan komunikasi yang baik antara mahasiswa dengan dosen maupun pimpinan kampus.

Ferdiansyah juga mengingatkan perkembangan teknologi digital tidak boleh menghilangkan interaksi langsung yang menjadi bagian penting dalam proses pendidikan. Karena itu, kombinasi pembelajaran daring dan luring harus tetap mampu menghadirkan komunikasi yang lebih dekat antara kampus dan mahasiswa.

“Jangan hanya berbicara soal menambah kapasitas tampung, tetapi juga harus memperhatikan kemampuan perguruan tinggi dalam memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas kepada mahasiswa,” tegasnya.

Menurut Ferdiansyah, evaluasi sistem penerimaan mahasiswa baru yang saat ini dilakukan Komisi X DPR RI seharusnya tidak hanya berfokus pada mekanisme seleksi. Lebih dari itu, perlu dipertimbangkan dampaknya terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi secara keseluruhan.

Ia berharap perguruan tinggi terus berkembang tanpa kehilangan fungsi utamanya sebagai ruang pembelajaran yang inklusif, humanis, dan dekat dengan mahasiswa.

“Perguruan tinggi jangan sampai menjadi menara gading. Kampus harus tetap hadir dan dekat dengan mahasiswanya sebagai bagian dari proses pendidikan yang utuh,” pungkasnya (red)