JAKARTA, BERITA SENAYAN – Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mendapat pengalaman langsung belajar Pendidikan Kewarganegaraan di lingkungan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI. Mereka mengikuti Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang diselenggarakan DPP Pengajian Al-Hidayah bekerja sama dengan Badan Sosialisasi MPR RI di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (22/6/2026).

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa FITK UIN Ciputat untuk mendalami demokrasi, kewenangan lembaga negara, Pancasila, UUD 1945, NKRI, hingga Bhinneka Tunggal Ika.

Anggota DPR RI, M. Sarmuji, mengapresiasi antusiasme para mahasiswa yang dinilai berani menyampaikan pertanyaan dan menunjukkan sikap kritis terhadap berbagai persoalan kebangsaan.

“Ciri demokrasi yang sehat adalah tumbuhnya masyarakat yang kritis dan dinamis serta tersedianya kanal aspirasi rakyat yang baik. Saya bangga melihat mahasiswa FITK UIN Syarif Hidayatullah berani bertanya dan kritis terhadap berbagai persoalan bangsa,” kata Sarmuji.

Dalam pemaparannya, Sarmuji menjelaskan bahwa politik merupakan bagian penting dalam mengatur kehidupan masyarakat melalui berbagai kebijakan publik, mulai dari pendidikan, pertanian hingga hukum. Menurutnya, pemilu menjadi salah satu pilar utama demokrasi karena menjadi jembatan antara rakyat dan pemerintah.

“Melalui pemilu, masyarakat diberi kesempatan untuk memilih wakilnya sendiri. Pemilu juga menjadi legitimasi bagi pemerintah dalam menjalankan tugasnya,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Agun Gunandjar Sudarsa, menekankan pentingnya memahami Empat Pilar Kebangsaan sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurut Agun, Pancasila merupakan ideologi sekaligus alat pemersatu bangsa yang sudah final dan tidak perlu diperdebatkan lagi. Ia mengingatkan bahwa implementasi nilai-nilai kebangsaan harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui integritas dan perilaku yang berlandaskan nilai ketuhanan.

“Bagaimana mengimplementasikan Empat Pilar dalam aktivitas sehari-hari adalah dengan integritas, yakni aktivitas yang diboboti dengan nilai-nilai ketuhanan,” kata Agun.

Kegiatan yang digelar DPP Pengajian Al-Hidayah bersama Badan Sosialisasi MPR RI itu diharapkan mampu memperkuat wawasan kebangsaan generasi muda sekaligus melahirkan mahasiswa yang kritis, demokratis, dan memiliki kepedulian terhadap masa depan bangsa (red)