JAKARTA, BERITA SENAYAN – Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menyoroti kualitas makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan menjadi perbincangan publik. Ia mengingatkan bahwa makanan yang disajikan kepada siswa harus memenuhi standar gizi dan kelayakan karena menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap program unggulan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Sarmuji, berbagai konten yang beredar di media sosial menunjukkan masih adanya persoalan dalam pelaksanaan program di lapangan. Karena itu, pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh agar tujuan utama program tidak melenceng dari harapan.
“Kita sudah melihat banyak konten yang beredar di media sosial yang menampilkan makanan jauh dari kata layak. Ini bukan isu kecil. Ini menyangkut kepercayaan publik terhadap program Presiden,” kata Sarmuji di Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI itu menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan program yang sangat strategis karena dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia jangka panjang.
Karena memiliki dampak yang besar, menurutnya, pelaksanaan program harus dilakukan secara serius dan profesional. Ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang menganggap program tersebut sekadar proyek rutin tanpa memperhatikan kualitas layanan kepada penerima manfaat.
“Program MBG adalah program yang baik dan mulia. Niatnya benar, tujuannya jelas, dan manfaatnya bagi generasi muda sangat besar jika dijalankan dengan benar. Justru karena itu, kita tidak boleh membiarkan pelaksanaannya berjalan asal-asalan,” ujarnya.
Selain kualitas makanan, Sarmuji juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap seluruh rantai pelaksanaan program, termasuk distribusi, pengelolaan anggaran, hingga operasional titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Ia menilai pengawasan yang kuat menjadi kunci agar program benar-benar tepat sasaran dan mampu memberikan manfaat maksimal kepada para siswa.
Lebih lanjut, Sarmuji meminta Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi komprehensif terhadap mekanisme pelaksanaan MBG, termasuk merespons berbagai kritik dan masukan dari masyarakat.
“Evaluasi harus dilakukan terhadap cara penyaluran, sistem pengawasan, dan seluruh rantai pelaksanaannya. Tujuannya agar program ini benar-benar tepat sasaran, efektif, efisien, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi siswa sesuai harapan Presiden Prabowo,” tegasnya.
Menurut Sarmuji, keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang menerima makanan bergizi, tetapi juga dari kualitas makanan yang diterima serta tingkat kepuasan masyarakat terhadap program tersebut.
Ia berharap seluruh pihak yang terlibat dapat menjaga integritas pelaksanaan program sehingga MBG benar-benar menjadi investasi penting bagi masa depan generasi muda Indonesia (red)

Berita terkait