JAKARTA, BERITA SENAYAN – Musyawarah Besar (Mubes) V PPK Kosgoro 1957 tak hanya melahirkan kepemimpinan baru, tetapi juga menegaskan arah perjuangan organisasi untuk lima tahun ke depan. Usai ditetapkan sebagai Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 periode 2026–2031, Sari Yuliati langsung menyerukan penguatan soliditas kader sebagai modal utama menghadapi tantangan organisasi dan kebangsaan.
Dalam forum yang berlangsung di Hotel Merlyn Park, Jakarta Pusat, Sari menegaskan bahwa Kosgoro 1957 harus bergerak lebih aktif sebagai organisasi kader dan pengabdian yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi bangsa semakin kompleks sehingga membutuhkan organisasi yang solid, adaptif, dan memiliki semangat gotong royong yang kuat.
“Kepercayaan yang diberikan kepada saya merupakan amanah besar yang akan dijalankan bersama seluruh kader Kosgoro 1957 di seluruh Indonesia,” ujar Sari dalam sambutannya setelah ditetapkan sebagai ketua umum.
Sari menilai konsolidasi organisasi menjadi pekerjaan utama yang harus segera dilakukan. Ia ingin seluruh elemen Kosgoro 1957, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, bergerak dalam satu irama untuk memperkuat peran organisasi di tengah masyarakat.
Selain konsolidasi, kaderisasi juga menjadi perhatian khusus dalam kepemimpinannya. Menurut Sari, regenerasi harus berjalan secara berkelanjutan agar Kosgoro 1957 tetap relevan dan mampu melahirkan pemimpin-pemimpin baru yang berkualitas.
“Mari kita perkuat persatuan, menjaga soliditas organisasi, dan terus menghadirkan karya serta pengabdian nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” tegasnya.
Mubes V Kosgoro 1957 sendiri berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan. Forum tertinggi organisasi tersebut menjadi momentum penting untuk menyusun arah kebijakan dan strategi organisasi dalam lima tahun mendatang.
Penetapan Sari Yuliati sebagai Ketua Umum melalui mekanisme aklamasi juga dinilai mencerminkan kuatnya semangat persatuan di internal Kosgoro 1957. Dukungan bulat dari peserta Mubes menjadi sinyal bahwa organisasi ingin bergerak lebih fokus pada agenda penguatan kader, pengabdian masyarakat, dan kontribusi terhadap pembangunan nasional.
Dengan kepemimpinan baru yang diusung Sari Yuliati, Kosgoro 1957 kini memasuki babak baru dengan target memperkuat konsolidasi nasional dan memperbesar peran organisasi sebagai salah satu kekuatan sosial-kemasyarakatan yang lahir dari semangat karya, kekaryaan, dan gotong royong (red)

Berita terkait