JAKARTA, BERITA SENAYAN – Dukungan terhadap Bendahara Umum Partai Golkar, Sari Yuliati, untuk memimpin PPK Kosgoro 1957 pada Musyawarah Besar (Mubes) V Tahun 2026 semakin menguat di tingkat daerah. Salah satunya datang dari Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Jawa Tengah yang menegaskan sikap solid mendukung pencalonan tersebut.
Ketua PDK Kosgoro 1957 Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menyatakan bahwa dukungan dari wilayahnya bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk keyakinan terhadap kapasitas dan pengalaman Sari Yuliati dalam berorganisasi.
Menurut Saleh, Sari dinilai mampu membawa Kosgoro 1957 menjadi organisasi yang lebih adaptif dan relevan menghadapi tantangan zaman, baik di tingkat nasional maupun global.
“Kami melihat Mbak Sari Yuliati memiliki kapasitas, rekam jejak yang mumpuni dan loyalitas yang tanpa tanding selama menjadi Bendum Kosgoro selama ini,” ujar Saleh, Kamis (4/6/2026).
Ia menegaskan bahwa Kosgoro 1957 membutuhkan kepemimpinan yang kuat dan visioner agar organisasi tetap mampu berperan aktif dalam pembangunan nasional serta menjawab kebutuhan masyarakat.
“Ke depan Kosgoro 1957 butuh pemimpin yang visioner di tengah kondisi global dan domestik yang bergejolak ini,” lanjutnya.
Saleh juga menyoroti pentingnya kesinambungan program organisasi agar Kosgoro tetap hadir sebagai wadah pengabdian yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Ia menambahkan bahwa dukungan dari Jawa Tengah juga sejalan dengan arah dukungan dari berbagai PDK lainnya yang telah lebih dahulu menyatakan sikap kepada Sari Yuliati.
Diketahui, hingga menjelang pelaksanaan Mubes V Kosgoro 2026 di Jakarta, Sari Yuliati telah mengantongi 40 dukungan, terdiri dari 36 PDK tingkat provinsi dan empat organisasi yang didirikan Kosgoro 1957.
Mubes tersebut akan menjadi forum penting untuk menentukan Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 yang baru menggantikan Dave Laksono, sekaligus merumuskan arah kebijakan organisasi ke depan.
Sementara itu, Sari Yuliati menegaskan bahwa Mubes bukan sekadar kompetisi politik internal, melainkan ruang evaluasi dan refleksi organisasi.
“Arena Mubes bukanlah arena siapa menang siapa kalah. Siapapun yang menang akan merangkul yang kalah,” ujarnya.
Dengan menguatnya dukungan dari berbagai daerah, dinamika menuju Mubes V Kosgoro 1957 diperkirakan akan semakin mengerucut pada konsolidasi internal organisasi dalam menentukan arah kepemimpinan lima tahun ke depan (red)

Berita terkait