JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi X DPR RI Dewi Coryati mendorong pemerintah menghadirkan kebijakan afirmatif bagi dosen dari perguruan tinggi daerah agar memiliki kesempatan lebih besar melanjutkan pendidikan doktoral (S3). Menurutnya, skema beasiswa yang selama ini berbasis kompetisi belum sepenuhnya mampu menjawab kesenjangan akses yang masih dihadapi dosen di luar kampus-kampus besar.

Pernyataan tersebut disampaikan Dewi Coryati dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026). Ia menilai banyak dosen dari perguruan tinggi di daerah harus menghadapi tantangan lebih berat untuk memperoleh beasiswa dibandingkan dosen dari universitas ternama yang memiliki sumber daya akademik lebih kuat.

Menurut Dewi, persaingan dalam program beasiswa nasional seperti Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) masih cenderung menguntungkan perguruan tinggi yang memiliki akses riset, jejaring akademik, dan kualitas pendukung yang lebih baik. Kondisi tersebut membuat dosen dari daerah kesulitan bersaing secara setara.

“Memang ada beasiswa BPI, tapi karena persaingannya dengan bersaing bebas itu agak sulit. Bertarungnya itu agak sulit,” kata Dewi Coryati dalam rapat tersebut.

Legislator asal Daerah Pemilihan Bengkulu itu mencontohkan bahwa sejumlah daerah yang bukan termasuk kategori tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) tetap menghadapi persoalan pemerataan kualitas pendidikan tinggi. Akibatnya, peluang pengembangan kapasitas dosen di daerah belum sepenuhnya setara dengan kampus-kampus di pusat pendidikan nasional.

Dewi menegaskan perlunya langkah afirmatif dari pemerintah untuk membuka akses yang lebih luas bagi dosen daerah dalam program pendidikan doktoral. Menurutnya, kebijakan tersebut penting untuk mempercepat pemerataan kualitas pendidikan tinggi di seluruh Indonesia.

“Itu kan termarjinalkan. Apakah ada affirmative action untuk itu, sehingga nanti pendidikan perguruan tinggi ini akan merata di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dewi menilai peningkatan kualifikasi dosen di daerah akan berdampak langsung terhadap kualitas pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, dukungan pemerintah melalui skema beasiswa yang lebih inklusif dinilai menjadi kebutuhan mendesak.

Saat ini pemerintah telah menyediakan berbagai program pendanaan pendidikan lanjut bagi dosen, termasuk melalui Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) dan sejumlah program doktoral lainnya. Namun, Dewi berharap pemerintah dapat merancang kebijakan yang memberi perhatian khusus kepada dosen dari perguruan tinggi daerah agar kesempatan meningkatkan kompetensi akademik dapat dirasakan secara merata.

Dengan adanya afirmasi tersebut, ia optimistis kesenjangan kualitas pendidikan tinggi antarwilayah dapat diperkecil, sekaligus memperkuat daya saing sumber daya manusia Indonesia di masa depan (red)