SLEMAN, BERITA SENAYAN – Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menegaskan Kawasan Candi Prambanan merupakan bukti penting peradaban Nusantara yang harus dijaga melalui pelindungan dan tata kelola cagar budaya yang berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Hetifah saat Tim Panitia Kerja (Panja) Pelestarian Cagar Budaya Komisi X DPR RI melakukan kunjungan kerja ke kawasan Candi Prambanan di Sleman, Jumat (22/05/2026).
Menurut politisi Fraksi Partai Golongan Karya itu, Candi Prambanan memiliki nilai strategis dari sisi sejarah, kebudayaan, hingga pariwisata nasional.
“Secara internasional, kawasan ini telah diakui UNESCO sebagai World Heritage Site sejak tahun 1992 karena memiliki Outstanding Universal Value sebagai mahakarya budaya Hindu Siwa abad ke-10 yang menunjukkan tingginya pencapaian seni, arsitektur, dan peradaban Nusantara,” ujar Hetifah Sjaifudian.
Ia menegaskan cagar budaya dan museum tidak hanya menjadi peninggalan masa lalu, tetapi juga simbol identitas bangsa yang wajib dirawat dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi X DPR RI turut meninjau implementasi kebijakan pemerintah terkait pelindungan, pemanfaatan, dan tata kelola cagar budaya di daerah.
Selain itu, tim juga melakukan pendalaman terhadap pelaksanaan Pokok-Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Daerah Istimewa Yogyakarta guna mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi pemerintah daerah, pengelola museum, hingga komunitas budaya lokal.
Menurut Hetifah, kunjungan kerja tersebut diharapkan dapat menghasilkan berbagai masukan konkret terkait tantangan implementasi regulasi pelestarian budaya di lapangan.
“Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan masukan terkait berbagai tantangan implementasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan,” katanya.
Ia menambahkan sejumlah persoalan seperti zonasi, kepemilikan, pendataan, hingga koordinasi lintas sektor masih menjadi tantangan utama dalam pengelolaan cagar budaya di berbagai daerah Indonesia (red)

Berita terkait