JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel JD Wattimena, meminta TVRI dan RRI memperluas sosialisasi penyiaran Piala Dunia hingga menjangkau daerah-daerah kecil di seluruh Indonesia. Menurutnya, momentum Piala Dunia harus dimanfaatkan untuk memperkuat citra media publik sekaligus menggerakkan partisipasi masyarakat dan pelaku UMKM di daerah.

Pernyataan itu disampaikan Samuel dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VII DPR RI bersama TVRI dan RRI di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta.

“Penyiaran Piala Dunia ini merupakan peningkatan citra buat kita dan juga repositioning sebagai media publik modern,” ujar Samuel dalam keterangannya.

Samuel menilai antusiasme masyarakat terhadap sepak bola sangat tinggi, terlebih dengan semakin banyaknya pemain Indonesia yang tampil di level internasional. Karena itu, ia menekankan pentingnya strategi komunikasi yang lebih masif agar berbagai program siaran dan kegiatan nonton bareng (nobar) benar-benar diketahui masyarakat hingga pelosok daerah.

Ia mengaku masih melihat sosialisasi program nobar Piala Dunia belum terasa maksimal di sejumlah wilayah. Menurutnya, program yang dipaparkan lembaga penyiaran publik masih terkesan kuat di atas kertas, namun belum sepenuhnya hadir di tengah masyarakat.

Samuel juga mempertanyakan pola koordinasi antara TVRI, RRI, dan pemerintah daerah dalam menyukseskan program tersebut. Ia menilai anggota DPR RI di masing-masing daerah pemilihan sebenarnya bisa membantu memperluas sosialisasi jika komunikasi dibangun lebih intensif.

Selain itu, Politisi DPR RI tersebut turut menyoroti pelibatan UMKM dalam kegiatan nobar Piala Dunia. Menurutnya, program tersebut memiliki dampak ekonomi positif bagi masyarakat kecil karena dapat menciptakan perputaran ekonomi di daerah.

“Nobar yang melibatkan UMKM ini sangat positif karena bisa menciptakan perputaran ekonomi bagi pelaku usaha kecil dan masyarakat di bawah,” katanya.

Namun demikian, Samuel mengingatkan agar penyelenggara tidak hanya mengandalkan sistem digital dalam proses pendaftaran UMKM. Ia menilai masih banyak masyarakat di daerah kecil yang belum memahami mekanisme pendaftaran melalui tautan digital.

Karena itu, ia meminta lembaga penyiaran publik melakukan pendekatan jemput bola melalui sosialisasi langsung dan pendampingan kepada masyarakat.

Tak hanya soal siaran sepak bola, Samuel juga menilai momentum Piala Dunia dapat dimanfaatkan untuk menarik minat generasi muda terhadap program-program TVRI, RRI, dan ANTARA.

“Ini momentum positif buat semuanya bergerak, bukan hanya penggemar bola,” tegasnya (red)