JAKARTA, BERITA SENAYAN – Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mencurigai adanya keterlibatan oknum tertentu dalam jaringan sindikat motor bodong internasional yang dibongkar Polda Metro Jaya di Jakarta Selatan. Dugaan itu muncul setelah polisi menemukan 1.494 unit sepeda motor ilegal yang diduga siap dikirim ke luar negeri.

“Kalau skemanya sebesar ini, patut diduga ada oknum yang terlibat. Makanya harus diusut tuntas. Kan kasihan masyarakat yang jadi korban,” ujar Sahroni, Kamis (14/5/2026).

Politisi Partai NasDem itu menilai praktik curanmor kini tidak lagi dilakukan secara individual, melainkan sudah berkembang menjadi kejahatan terorganisir dengan jaringan distribusi dan sistem pengiriman yang rapi.

Menurut Sahroni, polisi perlu membongkar seluruh rantai bisnis ilegal tersebut, mulai dari pelaku pencurian, penadah besar, jalur distribusi, hingga pihak yang diduga membekingi pengiriman kendaraan ke luar negeri.

“Artinya ada struktur, ada penadah besar, ada jalur distribusi, bahkan sampai ada mekanisme pengiriman ke luar negeri,” katanya.

Ia juga meminta aparat penegak hukum menelusuri perusahaan yang digunakan sebagai sarana ekspor kendaraan ilegal serta aliran dana yang mendukung operasi sindikat tersebut. Sahroni menegaskan pengungkapan kasus tidak boleh berhenti hanya pada satu tersangka.

“Telusuri siapa yang mengatur, siapa yang membiayai, lewat perusahaan apa kendaraan ini rencananya dikirim, dan apakah ada yang membekingi,” tegasnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menggerebek gudang milik PT Indobike26 di Jakarta Selatan yang diduga menjadi tempat penampungan kendaraan hasil kejahatan. Polisi menetapkan satu tersangka berinisial WS yang diduga berperan mulai dari penampungan hingga ekspor kendaraan ilegal.

Polda Metro Jaya menyatakan masih mendalami kemungkinan keterlibatan jaringan lain dalam kasus tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi dan alur distribusi kendaraan bodong ke luar negeri (red)