Berita Senayan
Network

Soroti Minimnya Layar Bioskop, Rahayu Saraswati : Hambatan Utama Perkembangan Film Nasional

Redaksi
Laporan Redaksi
Senin, 06 April 2026, 22:45:33 WIB
Soroti Minimnya Layar Bioskop, Rahayu Saraswati : Hambatan Utama Perkembangan Film Nasional
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati, menyoroti keterbatasan jumlah layar bioskop yang dinilai menjadi salah satu hambatan utama perkembangan film nasional. Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panitia Kerja Kreativitas dan Distribusi Film Nasional di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/4/2026).

Dalam rapat tersebut, Rahayu menegaskan bahwa pertumbuhan produksi film Indonesia yang meningkat signifikan belum diimbangi dengan ketersediaan layar yang memadai. Akibatnya, banyak film nasional kesulitan mendapatkan ruang tayang yang optimal di bioskop.

“Permasalahan utama yang kita hadapi adalah keterbatasan layar. Produksi film nasional terus meningkat, namun jumlah layar yang tersedia belum mampu mengakomodasi semuanya,” ujar Rahayu.

Menurutnya, kondisi ini menciptakan persaingan yang tidak seimbang antara film nasional dan film impor yang umumnya memiliki dukungan distribusi lebih kuat. Ia pun menilai perlu adanya intervensi kebijakan agar film dalam negeri tidak tersisih di pasar sendiri.

Rahayu menekankan bahwa negara memiliki peran penting dalam membangun ekosistem perfilman yang sehat, termasuk dengan mendorong kebijakan yang berpihak pada film nasional tanpa mengabaikan prinsip keadilan industri.

“Kami ingin mengetahui apakah ada kebijakan yang perlu diperbaiki untuk mendukung keberpihakan negara terhadap film nasional,” tegasnya.

Selain itu, ia juga meminta transparansi dari pengelola bioskop terkait sistem distribusi dan kurasi film, terutama dalam penentuan jumlah layar untuk setiap judul film yang ditayangkan.

“Kami ingin mendapatkan gambaran mengenai persentase film nasional yang tayang serta bagaimana sistem kurasi dilakukan,” tambahnya.

Rahayu berharap, melalui pendalaman yang dilakukan Panja, DPR dapat merumuskan kebijakan yang mampu menjawab persoalan mendasar industri perfilman, sekaligus mendorong pertumbuhan film nasional agar lebih kompetitif di tengah dominasi pasar global (red)