Berita Senayan
Network

Rivqy Abdul Halim: Pemerintah Harus Tahan Lonjakan Harga Tiket Pesawat

Redaksi
Laporan Redaksi
Kamis, 02 April 2026, 21:16:57 WIB
Rivqy Abdul Halim: Pemerintah Harus Tahan Lonjakan Harga Tiket Pesawat
Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKB, Rivqy Abdul Halim,



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim, menegaskan pentingnya peran pemerintah dalam menahan potensi lonjakan harga tiket pesawat akibat kenaikan harga avtur global.

Ia menilai, tanpa intervensi yang tepat, kenaikan biaya operasional maskapai berpotensi langsung dibebankan kepada masyarakat melalui tarif penerbangan yang lebih tinggi.

“Kita tidak bisa membiarkan mekanisme pasar berjalan tanpa pengawasan dalam situasi ekstrem seperti ini. Pemerintah perlu hadir untuk memastikan kenaikan biaya tidak sepenuhnya dibebankan kepada masyarakat,” ujar Rivqy di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Menurutnya, transportasi udara memiliki peran vital di Indonesia sebagai negara kepulauan, sehingga keterjangkauan harga tiket harus tetap dijaga di tengah tekanan global.

“Dalam konteks global saat ini, kenaikan harga avtur memang tidak mudah dihindari. Tetapi bukan berarti kita tidak bisa mencegah dampaknya terhadap harga tiket. Pemerintah harus hadir karena mobilitas masyarakat Indonesia sangat bergantung pada transportasi udara,” tegasnya.

Rivqy mengingatkan bahwa krisis avtur yang terjadi di sejumlah negara harus menjadi peringatan bagi Indonesia untuk bertindak lebih cepat dan terukur.

“Kita harus belajar dari negara lain. Krisis avtur sampai memaksa pengurangan penerbangan secara drastis adalah peringatan serius. Indonesia tidak boleh mengalami hal yang sama,” ujarnya.

Ia pun mendorong pemerintah untuk segera menyiapkan langkah konkret, termasuk kemungkinan pemberian subsidi terbatas atau insentif fiskal kepada maskapai, guna menjaga stabilitas tarif penerbangan.

Selain itu, Rivqy juga menekankan pentingnya memperkuat ketahanan energi sektor penerbangan melalui peningkatan produksi avtur dalam negeri serta efisiensi distribusi.

“Kolaborasi antara maskapai BUMN dan swasta harus diperkuat agar industri penerbangan nasional lebih tangguh menghadapi krisis,” jelasnya.

Ia berharap kebijakan yang diambil pemerintah tidak hanya melindungi industri penerbangan, tetapi juga memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap transportasi udara yang terjangkau.

“Yang kita jaga bukan hanya industri penerbangan, tetapi juga aksesibilitas masyarakat terhadap transportasi yang terjangkau,” pungkasnya (red)