Berita Senayan
Network

Reni Astuti: Pembelajaran Tatap Muka Tetap Terbaik, Tolak PJJ yang Tergesa-gesa

Redaksi
Laporan Redaksi
Kamis, 26 Maret 2026, 15:11:18 WIB
Reni Astuti: Pembelajaran Tatap Muka Tetap Terbaik, Tolak PJJ yang Tergesa-gesa
Anggota Komisi X DPR RI, Reni Astuti (tengah)



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi X DPR RI, Reni Astuti, menegaskan bahwa pembelajaran tatap muka masih menjadi metode paling efektif dalam sistem pendidikan nasional. Ia menilai, wacana penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tidak tepat jika dilakukan tanpa kajian matang.

Reni menyampaikan, interaksi langsung antara guru dan siswa memiliki peran krusial dalam menunjang kualitas pendidikan, baik dari sisi akademik maupun pembentukan karakter peserta didik. Oleh karena itu, kebijakan pendidikan tidak boleh diambil secara terburu-buru.

“Sekolah tatap muka tetap menjadi pilihan terbaik saat ini, karena memberikan pengalaman belajar yang lebih utuh, baik dari sisi akademik maupun pembentukan karakter,” ujar Reni dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (26/3/2026).

Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan pendidikan harus berbasis data dan melalui kajian komprehensif agar tidak berdampak negatif bagi siswa. Menurutnya, keputusan yang tergesa-gesa justru berpotensi menimbulkan masalah baru, termasuk penurunan kualitas pembelajaran.

“Dalam membuat kebijakan, kita tidak boleh mengambil keputusan secara terburu-buru. Semua harus melalui kajian yang mendalam,” tegas Politisi Fraksi PKS tersebut.

Reni juga mendukung langkah pemerintah yang membatalkan wacana PJJ. Ia menilai keputusan tersebut tepat, mengingat berbagai tantangan yang masih dihadapi dalam pelaksanaan pembelajaran daring, seperti kesenjangan akses dan kualitas interaksi.

Lebih lanjut, ia mendorong pemerintah untuk tetap melakukan inovasi pendidikan secara terukur dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Dengan demikian, setiap kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada kepentingan peserta didik.

“Tujuan utama pendidikan adalah mencetak generasi yang unggul. Kebijakan yang diambil harus matang dan berorientasi pada masa depan anak-anak kita,” pungkasnya (red)