JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi X DPR RI Adde Rosi Khoerunnisa menilai kasus pengeroyokan terhadap mahasiswa bernama Arnendo di lingkungan Universitas Diponegoro (Undip) telah mencoreng marwah perguruan tinggi sebagai tempat menimba ilmu dan pembentukan karakter.
Arnendo dilaporkan menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh sekitar 30 mahasiswa hingga menyebabkan luka serius, di antaranya patah tulang hidung, gegar otak, serta gangguan saraf pada mata.
“Tanggapan saya jelas, saya merasa miris dan marah sekali,” kata Adde kepada Tribunnews.com, Kamis (5/3/2026).
Menurut politisi Fraksi Partai Golkar itu, insiden kekerasan tersebut sangat disayangkan karena kampus seharusnya menjadi ruang aman bagi mahasiswa untuk belajar, berpendapat, dan mengembangkan potensi diri.
Ia mengingatkan bahwa pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi.
Namun, Adde menilai penerapan regulasi tersebut masih perlu diperkuat agar kasus kekerasan di kampus dapat dicegah dan ditangani secara tegas.
“Kampus jangan sampai mentolerir kasus kekerasan, apalagi kasus besar seperti ini yang akan mencederai nama baik kampus,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa apabila terdapat unsur penganiayaan dalam kasus tersebut, korban memiliki hak untuk menempuh jalur hukum dengan melaporkan peristiwa itu kepada aparat penegak hukum.
Di sisi lain, Adde mengingatkan masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh isu yang menyebut korban diduga melakukan pelecehan seksual. Menurutnya, setiap tuduhan harus dibuktikan melalui proses hukum yang adil.
“Kedepankan asas praduga tak bersalah, tidak boleh main hakim sendiri,” ujarnya.
Sementara itu, kondisi korban dilaporkan cukup memprihatinkan. Berdasarkan video yang diunggah praktisi hukum Zainal Abidin pada Rabu (4/3/2026), tubuh Arnendo terlihat dipenuhi luka lebam di beberapa bagian, terutama pada bahu, punggung, dan wajah akibat pengeroyokan tersebut (red)

Berita terkait