Berita Senayan
Network

AS-Israil VS Iran, FOSTA Respon Dampaknya terhadap Ekonomi Nasional

Redaksi
Laporan Redaksi
Rabu, 04 Maret 2026, 20:35:30 WIB
AS-Israil VS Iran, FOSTA Respon Dampaknya terhadap Ekonomi Nasional


JAKARTA, BERITA SENAYAN – Pengurus Forum Staf Anggota (FOSTA) Fraksi Partai Golkar DPR RI kembali menggelar FOSTA Discuss Session (FDS) Volume 3 dengan tema “Menakar Risiko Geopolitik dan Implikasinya pada Ketahanan Ekonomi”.

Kegiatan ini merespons meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang dinilai berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi global, termasuk Indonesia.

Ketua Umum FOSTA, Nur Wahyu Satrio Wibowo, dalam sambutannya menegaskan bahwa dinamika geopolitik saat ini memiliki implikasi langsung terhadap perekonomian nasional.

“Untuk itu diskusi ini diharapkan mampu memberi jalan tengah atas persoalan geopolitik yang tengah berkembang,” ujar Satrio.

Hadir sebagai pembicara utama, Ketua Bidang Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat FOSTA FPG DPR RI, M. Agus Winarko. Ia menyoroti meningkatnya ketegangan AS-Israel dan Iran yang memicu eskalasi konflik serta ketidakpastian global.

“Perkembangan ini menandai eskalasi konflik yang semakin tajam, memperluas ketidakpastian geopolitik global dan mendorong volatilitas harga minyak dunia seiring meningkatnya risiko gangguan pasokan energi,” jelas Agus.

Dampak ke Pasar Keuangan dan Rupiah

Menurut Agus, dampak pertama yang dirasakan Indonesia adalah perubahan perilaku investor global. Ketika risiko geopolitik meningkat, pasar memasuki fase risk off, di mana dana portofolio keluar dari negara berkembang menuju aset safe haven seperti dolar AS.

“Konsekuensinya terasa pada nilai tukar dan pasar keuangan domestik, termasuk tekanan terhadap rupiah,” ujarnya.

Tekanan di Sektor Energi dan Fiskal

Sebagai negara net importer minyak, Indonesia dinilai sangat sensitif terhadap lonjakan harga energi global. Agus menyebut defisit neraca migas berpotensi melebar, sementara kebutuhan devisa untuk impor energi meningkat.
Di sisi fiskal, pemerintah menghadapi dilema antara menjaga stabilitas harga energi dalam negeri dan mempertahankan daya beli masyarakat.

“Menahan kenaikan harga energi berarti beban subsidi dan kompensasi energi berpotensi meningkat. Konsekuensinya, ruang fiskal menyempit dan APBN lebih difokuskan pada stabilitas, bukan ekspansi,” jelasnya.

Ancaman pada Perdagangan dan Dunia Usaha

Agus juga menekankan dampak asimetris terhadap perdagangan. Kenaikan harga energi hampir pasti meningkatkan nilai impor, sementara ekspor belum tentu terdongkrak karena perlambatan pertumbuhan global.

“Konsekuensinya, neraca perdagangan berisiko menyempit, tekanan terhadap transaksi berjalan meningkat, dan biaya produksi industri naik akibat kenaikan input energi dan bahan baku,” pungkasnya.

Dalam kondisi ketidakpastian global yang tinggi, dunia usaha cenderung menunda ekspansi serta lebih berhati-hati terhadap investasi baru.

FOSTA Discuss Session Volume 3 ini juga dirangkaikan dengan buka puasa bersama keluarga besar FOSTA FPG DPR RI. Acara berlangsung pada Rabu (4/3/2026) di Kopi Aceh Karim, Jakarta Selatan (rer)


Berita terkait

Ahmad Ali: Safari Ramadan PSI Untuk Perkuat Spiritual Kader
Ahmad Ali: Safari Ramadan PSI Untuk...
28 Februari 2026, 19:55:56