Berita Senayan
Network

Akbar Supratman: Negara Hadir Selamatkan Warga Palu

Redaksi
Laporan Redaksi
Jumat, 23 Januari 2026, 16:25:59 WIB
Akbar Supratman: Negara Hadir Selamatkan Warga Palu
Wakil Ketua MPR RI, Abcandra M. Akbar Supratman



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Wakil Ketua MPR RI Abcandra M. Akbar Supratman menegaskan kehadiran negara dalam melindungi warganya di luar negeri melalui pemulangan Saraswati, warga Kota Palu, Sulawesi Tengah, yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Arab Saudi.

Menurut Akbar, keselamatan warga negara Indonesia harus menjadi prioritas utama, terutama bagi pekerja migran yang menghadapi situasi rentan di negara penempatan. Ia menyebut, koordinasi cepat lintas lembaga menjadi kunci dalam penanganan kasus tersebut.

“Begitu kami menerima laporan dari keluarga, kami langsung berkoordinasi dengan Kementerian PPMI agar kasus ini segera ditindaklanjuti. Negara tidak boleh abai ketika warganya berada dalam ancaman,” ujar Akbar, Jumat (23/1/2026).

Akbar mengapresiasi langkah cepat Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI), Mukhtarudin, yang segera menginstruksikan jajarannya untuk berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Arab Saudi. Upaya tersebut berhasil melacak keberadaan Saraswati yang sempat tidak dapat dihubungi selama beberapa hari.

Ia menyebut, saat ini Saraswati telah berada dalam perlindungan KBRI dan proses pemulangan ke Indonesia sedang berjalan. Rencananya, korban akan dipulangkan melalui Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan ke Palu.

“Alhamdulillah, sekarang korban sudah aman. Ini bukti bahwa ketika negara hadir dan semua pihak bergerak cepat, nyawa warga bisa diselamatkan,” katanya.

Akbar juga menyoroti pentingnya upaya pencegahan agar kasus serupa tidak terulang. Ia mendukung langkah Kementerian PPMI yang memperkuat kerja sama dengan aparat penegak hukum untuk memutus mata rantai sindikat TPPO.

Menurutnya, edukasi kepada masyarakat terkait prosedur kerja ke luar negeri harus terus diperkuat, khususnya di daerah-daerah yang rawan menjadi sasaran perdagangan orang.

“Jangan mudah tergiur janji gaji besar dan proses cepat. Semua harus melalui jalur resmi agar negara bisa hadir melindungi,” tegasnya.

Sebelumnya, Saraswati, warga Kelurahan Kayumalue, Kota Palu, dilaporkan mengalami kondisi yang mengancam keselamatannya di Riyadh, Arab Saudi. Kasus tersebut terungkap setelah korban menghubungi rekannya melalui media sosial dan meminta pertolongan. Pemerintah kini memastikan proses pemulangan dan pemulihan korban berjalan hingga tuntas (red)