Berita Senayan
Network

Mahdalena: Korban Banjir Sumatera Butuh Bantuan yang Adil dan Berkelanjutan

Redaksi
Laporan Redaksi
Senin, 05 Januari 2026, 13:13:10 WIB
Mahdalena: Korban Banjir Sumatera Butuh Bantuan yang Adil dan Berkelanjutan
Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Mahdalena,



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Mahdalena, menyoroti pentingnya keberlanjutan dan keadilan dalam penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor di wilayah Sumatera. Menurutnya, bantuan pemerintah harus benar-benar mampu menopang kehidupan korban yang hingga kini belum pulih sepenuhnya.

Pemerintah diketahui menganggarkan bantuan jaminan hidup sebesar Rp450 ribu per orang per bulan selama tiga bulan bagi masyarakat terdampak bencana. Selain itu, setiap keluarga juga akan menerima bantuan Rp3 juta untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan rumah tangga pascabencana.

Mahdalena menilai kebijakan tersebut merupakan langkah positif, namun harus dibarengi dengan pendataan yang akurat dan pengawasan ketat. Ia mengingatkan, tanpa sistem penyaluran yang adil dan transparan, bantuan berpotensi tidak dirasakan oleh korban yang paling membutuhkan.

“Korban banjir dan longsor di Sumatera masih berjuang untuk bangkit. Mereka membutuhkan bantuan yang adil, tepat sasaran, dan berkelanjutan agar bisa kembali menjalani kehidupan secara layak,” ujar Mahdalena di Jakarta, Senin (5/1/2026).

Ia menjelaskan, lebih dari satu bulan setelah bencana melanda Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, banyak warga masih kehilangan tempat tinggal serta mata pencaharian. Kondisi ini membuat bantuan pemerintah menjadi tumpuan utama bagi kelangsungan hidup para korban.

Menurut Mahdalena, negara tidak boleh abai terhadap penderitaan masyarakat terdampak bencana. Ia meminta agar pemerintah memastikan tidak ada korban yang terlewat dalam pendataan, serta menindak tegas jika ditemukan penyelewengan bantuan.

“Jangan sampai bantuan justru memunculkan ketidakadilan baru. Korban bencana harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar angka dalam laporan,” tegas legislator asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu.

Mahdalena juga mendorong evaluasi rutin terhadap penyaluran bantuan sosial agar kebijakan yang dijalankan benar-benar memberi dampak nyata bagi pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat terdampak.

Berdasarkan data BNPB, bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah menyebabkan 1.177 orang meninggal dunia, 148 orang hilang, serta sekitar 242,2 ribu warga mengungsi. Selain korban jiwa, ribuan rumah dan fasilitas umum dilaporkan mengalami kerusakan berat (red).