Berita Senayan
Network

DPR Soroti Darurat Bencana dan Lonjakan Harga

Redaksi
Laporan Redaksi
Selasa, 23 Desember 2025, 20:55:36 WIB
DPR Soroti Darurat Bencana dan Lonjakan Harga
Anggota Komisi V DPR RI, Ruslan Daud. Sumber foto : DPR



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi V DPR RI Daerah Pemilihan Aceh, Ruslan Daud (HRD), mengungkapkan kondisi darurat kemanusiaan yang masih melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara hingga memasuki pekan ketiga pascabencana banjir dan tanah longsor. Ia mendesak pemerintah memperkuat koordinasi distribusi logistik serta membuka ruang bagi bantuan internasional guna menekan lonjakan harga bahan pokok.

Ruslan menyebut kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan yang masif telah memutus rantai pasok ke wilayah terdampak. Kondisi tersebut menyebabkan harga kebutuhan dasar melonjak hingga 100 persen dan semakin memberatkan warga korban bencana.

“Distribusi logistik terganggu parah, dan dampaknya harga bahan pokok melonjak tajam. Ini sangat memberatkan korban bencana yang sudah kehilangan harta benda dan sumber penghasilan,” ujar Ruslan dalam keterangannya di Jakarta, Senin (22/12/2025).

Legislator Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu memaparkan kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok di lapangan. Beras kemasan 15 kilogram, kata dia, naik menjadi Rp300.000 dari harga normal Rp150.000. Gas elpiji 3 kilogram menembus Rp30.000 hingga Rp60.000 per tabung dari harga normal Rp22.000. Sementara minyak goreng curah naik menjadi Rp25.000 per kilogram dari harga normal Rp20.000, dan telur ayam mencapai Rp60.000 per papan dari harga normal Rp50.000.

Meski harga beberapa komoditas hortikultura seperti cabai mulai turun ke kisaran Rp25.000 per kilogram, Ruslan menilai penurunan tersebut belum cukup membantu. Pasalnya, daya beli masyarakat di wilayah terdampak telah berada pada titik terendah.

Melihat luasnya wilayah terdampak dan skala kerusakan yang terjadi, Ruslan menilai bantuan kemanusiaan internasional sangat dibutuhkan sebagai solusi jangka menengah. Menurutnya, dukungan global dapat membantu menutup keterbatasan pasokan logistik nasional sekaligus mempercepat pemulihan fisik dan ekonomi masyarakat.

“Kita menghadapi situasi darurat kemanusiaan. Banyak rumah warga masih tertimbun lumpur hingga ke atap. Masyarakat tidak akan mampu bangkit sendiri tanpa bantuan berkelanjutan, termasuk dukungan dari komunitas internasional,” tegasnya.

Ruslan juga mengingatkan bahwa hingga saat ini sejumlah wilayah pegunungan di Aceh, seperti Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Tamiang, masih terisolasi akibat longsor. Ia meminta pemerintah pusat dan daerah memprioritaskan pembukaan akses transportasi agar bantuan tidak menumpuk di pusat kota.

“Koordinasi lintas pihak, baik nasional maupun internasional, harus diperkuat. Kita harus memastikan tidak ada satu pun warga terdampak yang terlewatkan hanya karena kendala akses,” pungkas Ruslan (red)