JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Oleh Soleh, mendesak pemerintah Indonesia mengambil peran aktif mendorong gencatan senjata antara kelompok Houthi di Yaman dan Arab Saudi. Ia meminta diplomasi Indonesia diperkuat untuk meredakan ketegangan sekaligus mencegah jatuhnya korban sipil akibat konflik bersenjata.
Desakan tersebut disampaikan menyusul pencegatan dua rudal balistik yang diluncurkan kelompok Houthi ke arah wilayah Arab Saudi pada Sabtu (24/10/2026). Menurut laporan otoritas pertahanan sipil Saudi yang dikutip media, puing-puing rudal yang berhasil dicegat jatuh di sejumlah lokasi, termasuk Wadi Al-Mughammas, sekitar 20 kilometer dari Masjidil Haram di Makkah.
“Saya sangat prihatin dengan serangan kelompok Houthi ke wilayah Arab Saudi. Konflik bersenjata seperti ini harus segera dihentikan karena dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pihak-pihak yang bertikai, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat sipil,” ujar Oleh Soleh, Minggu (25/10).
Menurutnya, Indonesia memiliki kepentingan untuk ikut mendorong penyelesaian konflik melalui jalur damai. Upaya diplomatik dinilai penting agar ketegangan tidak semakin meluas dan keselamatan masyarakat sipil tetap menjadi prioritas.
Oleh Soleh Minta Indonesia Aktif Bangun Diplomasi Perdamaian
Oleh Soleh menilai pemerintah Indonesia perlu segera membangun komunikasi dengan pihak-pihak terkait untuk mendorong penghentian serangan militer. Ia juga meminta Indonesia menggalang dukungan negara-negara lain, khususnya negara Islam, agar kedua pihak membuka jalan menuju gencatan senjata.
“Indonesia jangan hanya menjadi penonton. Pemerintah perlu aktif membangun komunikasi dengan negara-negara terkait dan menggalang dukungan internasional agar Houthi dan Arab Saudi menghentikan serangan. Kita harus mengedepankan dialog dan mencari jalan keluar yang damai,” tegasnya.
Legislator PKB itu menambahkan bahwa penyelesaian konflik tidak cukup hanya dengan meredakan ketegangan sesaat. Diplomasi harus diarahkan pada upaya yang berkelanjutan untuk mencegah serangan serupa kembali terjadi dan menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah.
Ia berharap Indonesia memanfaatkan hubungan diplomatik dan kerja sama internasional untuk mendorong dialog. Menurutnya, penyelesaian melalui komunikasi dan perundingan perlu diutamakan agar konflik tidak semakin membahayakan masyarakat di kawasan tersebut.
Keselamatan Jemaah Umrah Indonesia Jadi Perhatian
Oleh Soleh juga mengingatkan bahwa eskalasi konflik di Arab Saudi berpotensi menimbulkan kekhawatiran bagi warga negara Indonesia (WNI), terutama jemaah umrah yang sedang berada atau akan melakukan perjalanan ke Tanah Suci.
Ia meminta pemerintah memastikan keselamatan jemaah menjadi perhatian utama. Makkah dan Madinah merupakan tujuan ibadah umat Islam dari berbagai negara sehingga perkembangan situasi keamanan perlu terus dipantau.
“Jangan sampai konflik bersenjata ini membahayakan jemaah umrah kita. Masyarakat Indonesia yang datang ke Tanah Suci harus bisa menjalankan ibadah dengan aman dan tenang. Karena itu, penghentian serangan menjadi hal yang sangat penting,” katanya.
Oleh Soleh mendorong Kementerian Luar Negeri berkoordinasi secara intensif dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah untuk memantau situasi serta memastikan langkah perlindungan WNI dapat dilakukan jika kondisi memburuk.
Kewaspadaan bagi jemaah juga menjadi perhatian pemerintah. Kementerian Haji dan Umrah sebelumnya mengimbau jemaah Indonesia di Arab Saudi maupun yang akan berangkat agar mengikuti informasi resmi, berkoordinasi dengan penyelenggara perjalanan, dan mematuhi arahan otoritas setempat.
Oleh Soleh berharap langkah diplomasi Indonesia dapat berkontribusi meredakan konflik sekaligus menjaga keamanan warga sipil dan WNI di kawasan tersebut. Ia menegaskan bahwa dialog dan gencatan senjata perlu terus diupayakan agar situasi tidak berkembang menjadi krisis yang lebih luas (red)

Berita terkait