JAKARTA, BERITA SENAYAN – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin , menegaskan media digital kini menjadi medan penting dalam perjuangan politik. Menurutnya, media sosial bukan sekadar sarana komunikasi, tetapi juga ruang pertarungan gagasan yang berlangsung cepat dan dapat memengaruhi persepsi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Cak Imin saat membuka kegiatan Digital Media Academy yang diikuti 89 peserta dari tim Media Center 38 Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB se-Indonesia di Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh Nomor 9, Jakarta Pusat, Jumat (16/10/2026).
“Jangan menganggap kalian hanya pasukan tempur di media. Kalian adalah pasukan politik, karena medan pertempuran sekarang bukan lagi hanya di darat, tetapi juga di udara, di dunia maya,” tegas Cak Imin.
Ia menjelaskan, perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat menerima dan menyebarkan informasi. Dalam hitungan menit, bahkan detik, sebuah informasi dapat tersebar luas dan membentuk persepsi publik terhadap berbagai persoalan.
“Pertempuran politik sekarang berlangsung setiap saat. Karena itu, kita harus memahami perubahan zaman. Dunia digital sudah menjadi bagian penting dari kehidupan politik kita,” ujarnya.
Cak Imin menekankan bahwa perubahan tersebut harus direspons melalui kemampuan beradaptasi, kreativitas, dan penyampaian pesan yang berkualitas. Menurutnya, aktivitas komunikasi digital tidak cukup hanya mengejar popularitas atau jumlah tayangan, tetapi harus memiliki substansi dan tujuan yang jelas.
Minta Tim Media PKB Kuasai Pertarungan Digital
Cak Imin mengingatkan bahwa tim media PKB memiliki peran strategis dalam menyampaikan gagasan politik kepada masyarakat. Karena itu, para peserta Digital Media Academy diharapkan mampu memahami karakter platform digital sekaligus mengemas informasi secara kreatif dan relevan.
Menurutnya, kualitas konten menjadi salah satu faktor penting agar pesan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas. Kualitas tersebut tidak hanya ditentukan oleh tampilan video, tetapi juga isi, pesan, kreativitas, serta kecerdasan dalam menyampaikan informasi.
“Kalau intensitasnya banyak dan kualitasnya bagus, akan lebih mudah menjadi viral. Tetapi kualitas itu bukan hanya soal video, melainkan juga isi, pesan, kreativitas, dan kecerdasan dalam mengemas informasi,” katanya.
Ia juga mengajak peserta belajar dari perjalanan PKB dalam memanfaatkan berbagai saluran komunikasi sejak awal berdiri. Partai tersebut, kata dia, pernah menggunakan media televisi, surat kabar, buletin, hingga selebaran untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat.
Seiring perubahan pola konsumsi informasi, komunikasi politik kini perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan platform digital. Cak Imin menilai kemampuan beradaptasi menjadi penting agar pesan dan gagasan politik tetap dapat menjangkau publik.
“Pola komunikasi terus berubah. Dulu kita menggunakan media cetak dan televisi, sekarang masyarakat banyak mengakses informasi melalui platform digital. Kita harus mampu beradaptasi dengan perubahan itu,” ujarnya.
Melalui pelatihan tersebut, tim Media Center PKB diharapkan dapat meningkatkan kemampuan produksi konten, penyampaian pesan, dan pemanfaatan media digital untuk menjangkau masyarakat secara lebih efektif.
Tekankan Konten Berkualitas, Bukan Sekadar Viral
Cak Imin menegaskan bahwa perjuangan politik melalui media digital harus memiliki tujuan yang lebih besar daripada sekadar mengejar popularitas. Ia mendorong agar konten yang diproduksi mampu membawa gagasan, menyuarakan kepentingan masyarakat, dan membangun kepercayaan publik.
Menurutnya, media digital perlu dimanfaatkan sebagai ruang untuk membicarakan persoalan masyarakat serta menyampaikan gagasan yang dapat mendorong perbaikan kehidupan rakyat. Kreativitas dalam mengemas konten harus tetap disertai substansi yang jelas dan pesan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Ia menilai, tingginya intensitas publikasi perlu diimbangi kualitas informasi agar komunikasi digital tidak berhenti pada upaya mengejar perhatian pengguna. Konsistensi penyampaian pesan juga diperlukan untuk membangun hubungan yang berkelanjutan dengan masyarakat.
“PKB tidak boleh hanya menjadi penonton dalam pertarungan digital. Kita harus hadir membawa gagasan, menyuarakan kepentingan rakyat, dan membangun kepercayaan masyarakat,” pungkas Cak Imin.
Kegiatan Digital Media Academy berlangsung selama dua hari, yakni 16–17 Oktober 2026. Gus Muhaimin hadir didampingi Sekretaris Jenderal DPP PKB Hasanuddin Wahid, Bendahara Umum DPP PKB Bambang Susanto, serta sejumlah elite partai lainnya.
Melalui kegiatan ini, PKB mendorong peningkatan kapasitas tim media di daerah agar mampu mengikuti perkembangan komunikasi digital. Penguatan kemampuan tersebut diharapkan dapat mendukung penyampaian gagasan politik yang kreatif, berkualitas, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat (red)

Berita terkait