JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PAN Okta Kumala Dewi menyambut positif penguatan organisasi dan postur pertahanan Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui peresmian 204 satuan baru, termasuk enam Komando Daerah Militer (Kodam) baru pada momentum HUT ke-81 TNI.

Menurut Okta, penambahan satuan tersebut dapat memperkuat jangkauan dan kapasitas TNI dalam menjalankan tugas pertahanan dan keamanan nasional. Namun, penguatan struktur organisasi perlu diikuti peningkatan kualitas personel, profesionalisme, teknologi, serta dukungan sarana dan prasarana pertahanan.

“Dengan adanya enam Kodam baru dan 204 satuan baru, kita berharap jangkauan dan kapasitas TNI dalam menjaga pertahanan dan keamanan Republik Indonesia semakin kuat. Ini harus diikuti dengan peningkatan profesionalisme, kesiapan personel, kemampuan teknologi, serta dukungan sarana dan prasarana pertahanan yang memadai,” ujar Okta kepada wartawan, Senin (5/10/2026).

Okta: Penguatan Struktur Harus Diikuti Kesiapan Personel

Okta menilai perluasan struktur TNI harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia. Menurutnya, keberadaan satuan baru akan semakin efektif apabila didukung prajurit yang profesional, terlatih, serta mampu menjalankan tugas sesuai perkembangan lingkungan strategis.

Ia juga menilai tantangan pertahanan Indonesia semakin kompleks. Ancaman terhadap negara tidak hanya datang dalam bentuk konflik bersenjata konvensional, tetapi juga dapat muncul melalui berbagai bentuk ancaman nonkonvensional.

Karena itu, peningkatan kapasitas personel menjadi bagian penting dari penguatan postur pertahanan. TNI perlu memastikan setiap satuan memiliki kesiapan operasional dan kemampuan menghadapi karakter ancaman yang terus berkembang.

Okta juga menekankan pentingnya dukungan teknologi pertahanan. Perkembangan teknologi yang semakin cepat membuat modernisasi kemampuan TNI perlu berjalan beriringan dengan penguatan organisasi.

Menurutnya, penguatan pertahanan tidak cukup hanya dilakukan melalui penambahan jumlah satuan. Kualitas personel, penguasaan teknologi, kesiapan operasional, serta ketersediaan sarana dan prasarana harus menjadi satu kesatuan.

Okta Minta TNI Terus Belajar dan Dekat dengan Rakyat

Selain penguatan struktur dan teknologi, Okta mengingatkan pentingnya menjaga hubungan TNI dengan masyarakat. Menurutnya, kedekatan dengan rakyat merupakan bagian dari jati diri TNI.

Hal tersebut sejalan dengan tema HUT ke-81 TNI, “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”

“TNI lahir dari rakyat dan perjuangannya tidak pernah terpisahkan dari rakyat. Karena itu, TNI harus senantiasa dekat dengan rakyat, hadir ketika rakyat membutuhkan, dan menjadi bagian dari upaya menjaga kehidupan masyarakat yang aman dan tenteram,” kata Okta.

Ia juga menyatakan sependapat dengan pesan Presiden Prabowo Subianto agar TNI terus belajar, berlatih, dan meningkatkan kemampuan.

“Saya sepakat dengan apa yang disampaikan Presiden Prabowo bahwa TNI harus selalu bersama rakyat. Ancaman terhadap negara hari ini tidak selalu berbentuk perang fisik. Karena itu, TNI harus terus belajar, berlatih, beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan lingkungan strategis,” ujarnya.

Sebagai anggota Komisi I DPR RI, Okta menegaskan akan terus menjalankan fungsi pengawasan dan dukungan terhadap penguatan pertahanan nasional. Menurutnya, penguatan postur TNI harus tetap diarahkan untuk memastikan Indonesia memiliki kemampuan pertahanan yang responsif terhadap perkembangan ancaman.

“Semoga TNI semakin profesional, modern, adaptif, dan semakin dekat dengan rakyat. TNI kuat bersama rakyat, Indonesia berdaulat, adil dan makmur,” pungkas Okta (red)