JAKARTA, BERITA SENAYAN – Elektabilitas Partai Golkar mencapai 11,7 persen dalam survei Voxpol Center yang dirilis pada 22 Oktober 2026. Hasil tersebut menempatkan Golkar di posisi ketiga dalam survei elektabilitas partai politik. Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Said Aldi Al Idrus, menyebut capaian ini menjadi motivasi bagi kader untuk memperkuat konsolidasi dan meningkatkan kerja nyata menjelang Pemilu 2029.
Selain survei Voxpol Center, hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) yang dirilis pada 24 Oktober 2026 juga mencatat elektabilitas Golkar sebesar 10,7 persen. Dalam survei tersebut, Golkar berada di posisi ketiga dengan perolehan di bawah Partai Gerindra dan PDI Perjuangan.
Said menilai, hasil dari kedua survei tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus dorongan bagi seluruh kader untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Menurutnya, angka elektabilitas tidak boleh membuat partai berpuas diri, melainkan harus menjadi pengingat agar aktivitas organisasi terus memberikan manfaat bagi publik.
“Jadi, hasil survei ini menjadi motivasi kita semua dan insyaallah kita akan terus bergerak,” kata Said, dikutip Selasa (27/10/2026).
Ia mengatakan, penguatan elektabilitas tidak bisa dilepaskan dari aktivitas kader dan organisasi sayap yang bergerak di tengah masyarakat. Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia, kader didorong untuk menjalankan kegiatan sosial dan membantu masyarakat tanpa harus menunggu momentum pemilihan umum.
Menurut Said, konsistensi dalam menjalankan program kemasyarakatan menjadi salah satu upaya menjaga hubungan partai dengan masyarakat. Karena itu, ia meminta kader terus memperkuat kerja organisasi dan memastikan kegiatan yang dilakukan menjawab kebutuhan warga.
Said Aldi Ingatkan Golkar Tak Boleh Terlena dengan Hasil Survei
Said menegaskan, capaian elektabilitas dua digit bukan jaminan bahwa Golkar dapat mempertahankan atau meningkatkan dukungan pada pemilu mendatang. Menurutnya, partai harus terus melakukan konsolidasi dan memperkuat kehadiran kader di berbagai daerah.
Ia mencontohkan kegiatan kemanusiaan yang dilakukan AMPG, termasuk penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kader AMPG juga terlibat dalam membantu pemulihan sejumlah fasilitas, termasuk rumah ibadah yang terdampak bencana.
“Seluruh organisasi yang mendirikan dan didirikan Partai Golkar, termasuk organisasi sayap, semuanya bergerak untuk kepentingan rakyat,” ujarnya.
Selain kegiatan sosial, AMPG mengembangkan pembinaan generasi muda melalui Akademi AMPG serta berbagai kegiatan olahraga, seperti turnamen futsal dan basket. Program tersebut diarahkan untuk memperluas partisipasi anak muda sekaligus membangun ruang pengembangan kreativitas dan aktivitas sosial.
Said menegaskan, kerja sosial tidak semata-mata dilakukan untuk meningkatkan elektabilitas, tetapi merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Ia berharap pendekatan tersebut dapat terus dijalankan secara konsisten agar hubungan antara partai dan masyarakat tidak hanya terbangun menjelang pemilu.
Golkar Targetkan Penambahan Kursi DPR pada Pemilu 2029
Said menyebut Partai Golkar menargetkan peningkatan jumlah kursi DPR RI pada Pemilu 2029 dari 102 kursi yang dimiliki saat ini. Untuk mendukung target tersebut, AMPG akan memperkuat konsolidasi organisasi dan menggerakkan kader muda agar lebih aktif di tengah masyarakat.
Menurutnya, hasil survei dapat menjadi salah satu bahan untuk mengevaluasi respons masyarakat terhadap aktivitas partai. Namun, peningkatan dukungan tetap membutuhkan kerja berkelanjutan, program yang relevan, dan keterlibatan kader dalam menjawab persoalan masyarakat.
Ia menambahkan, kepemimpinan partai dan peran organisasi sayap perlu berjalan beriringan untuk menjaga konsistensi gerakan di berbagai tingkatan. Dengan demikian, upaya meningkatkan perolehan kursi pada Pemilu 2029 tidak hanya bertumpu pada popularitas, tetapi juga pada aktivitas organisasi dan hubungan dengan masyarakat.
Said kembali mengingatkan seluruh kader agar menjadikan hasil survei sebagai pemacu untuk bekerja lebih konsisten. Menurutnya, menjaga kepercayaan publik merupakan proses berkelanjutan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen partai (red)

Berita terkait