MATARAM, BERITA SENAYAN – Akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu menjadi perhatian Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Lalu Hadrian Irfani. Ia berharap program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak mahasiswa yang membutuhkan, termasuk di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Harapan tersebut disampaikan Lalu Hadrian saat mengunjungi kediaman Anissa, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Mataram (Unram) penerima beasiswa KIP Kuliah, di Kelurahan Pekan Daye, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Dalam kunjungan itu, ia didampingi Rektor Unram, Sukardi.

Menurut Lalu Hadrian, bantuan pendidikan memiliki peran penting untuk membantu mahasiswa tetap melanjutkan studi di tengah keterbatasan ekonomi keluarga. Ia menilai kemampuan finansial semestinya tidak menjadi satu-satunya faktor yang menentukan kesempatan seorang anak untuk mengenyam pendidikan tinggi.

“Program KIP Kuliah ini sangat membantu, terutama bagi anak-anak dari keluarga sederhana dan kurang mampu, tetapi memiliki keinginan serta tekad kuat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujar Lalu Hadrian, Minggu (18/10).

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atas dukungan terhadap program KIP Kuliah. Menurutnya, keberlanjutan bantuan tersebut dapat memperluas kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi dan meraih cita-cita melalui pendidikan.

Lalu Hadrian Soroti Pentingnya Bantuan bagi Mahasiswa NTB

Kunjungan ke rumah Anissa memberikan gambaran langsung kepada Lalu Hadrian mengenai kondisi keluarga penerima beasiswa. Ia menilai bantuan pendidikan perlu terus dijaga agar mahasiswa dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi tetap memiliki kesempatan menyelesaikan kuliah.

“Kalau kita melihat kondisi keluarga penerima beasiswa ini, bantuan tersebut memang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Karena itu, program seperti ini harus terus dijaga keberlanjutannya agar semakin banyak anak bangsa yang memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan tinggi,” katanya.

Lalu Hadrian menegaskan, negara perlu memastikan mahasiswa yang mempunyai kemauan belajar dan potensi akademik memperoleh kesempatan untuk berkembang. Upaya tersebut dinilai penting untuk memperluas akses pendidikan sekaligus mencegah keterbatasan ekonomi menjadi penghalang bagi generasi muda dalam meraih masa depan.

Secara khusus, ia berharap mahasiswa di NTB yang benar-benar membutuhkan dapat terus memperoleh akses terhadap bantuan pendidikan. Ia juga mengapresiasi peran perguruan tinggi dalam mendukung mahasiswa penerima beasiswa agar dapat menempuh pendidikan sesuai pilihannya.

“Kami di Nusa Tenggara Barat, bersama Pak Rektor Unram, menyampaikan terima kasih. Semoga program ini terus berjalan dan berlanjut sehingga bisa membantu anak-anak bangsa yang memiliki keinginan kuat untuk melanjutkan pendidikan, meskipun kondisi ekonomi keluarganya sangat terbatas,” ungkapnya.

Kisah Anissa Jadi Gambaran Manfaat KIP Kuliah

Anissa, mahasiswa PGSD Universitas Mataram, merupakan salah satu penerima manfaat KIP Kuliah. Beasiswa tersebut menjadi dukungan penting baginya untuk melanjutkan pendidikan tinggi di tengah keterbatasan ekonomi keluarga.

Dalam pertemuan tersebut, Anissa menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas bantuan pendidikan yang diterimanya. Dukungan itu membantu membuka jalan baginya untuk terus menjalani perkuliahan dan mengejar cita-cita.

Bagi Lalu Hadrian, keberadaan penerima beasiswa seperti Anissa memperlihatkan pentingnya program bantuan pendidikan bagi mahasiswa yang membutuhkan. Ia berharap KIP Kuliah tidak hanya dipertahankan, tetapi juga terus ditingkatkan agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh anak-anak Indonesia.

Keberlanjutan program tersebut diharapkan dapat memperkuat kesempatan memperoleh pendidikan tinggi secara lebih merata, khususnya bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu di NTB dan daerah lainnya (red)