JAKARTA, BERITA SENAYAN – Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo menutup Musyawarah Nasional (Munas) X Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Dito hadir mewakili Ketua Umum DPP Partai Golkar sekaligus Ketua Dewan Pembina DPP AMPI, Bahlil Lahadalia. Kehadiran Dito sebagai utusan Bahlil pun menjadi perhatian, terutama karena Bahlil tidak hadir langsung dalam agenda penutupan Munas X AMPI.

Namun, dalam pernyataan yang disampaikan Dito, tidak disebutkan secara spesifik alasan Bahlil berhalangan hadir. Dito hanya menegaskan bahwa dirinya dipercaya Bahlil untuk mewakili sekaligus menutup forum tertinggi AMPI tersebut.

Munas X AMPI kemudian menetapkan Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda sebagai Ketua Umum DPP AMPI periode 2027-2031. Zigo menjadi calon tunggal setelah memperoleh dukungan dari 26 DPD AMPI tingkat I. Fakta pencalonan tunggal tersebut juga telah diberitakan sejumlah media berdasarkan keterangan panitia Munas.

Dito Gantikan Bahlil Tutup Munas AMPI

Bagi Dito, penutupan Munas X AMPI memiliki makna personal. Hampir lima tahun sebelumnya, ia pernah berada dalam posisi berbeda ketika mengikuti Munas IX AMPI di Bandung pada 7 Maret 2022.

Saat itu, Dito merupakan satu-satunya bakal calon ketua umum dan telah mendapatkan dukungan dari 30 DPD. Namun, menjelang pemilihan, arah dukungan berubah dan Dito diminta mundur. Jerry Sambuaga kemudian terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPP AMPI.

Kini, Dito kembali ke forum tertinggi AMPI. Bedanya, ia tidak datang sebagai kandidat, melainkan sebagai utusan Ketua Umum Partai Golkar untuk menutup Munas yang menetapkan Zigo Rolanda sebagai penerus Jerry Sambuaga.

“Ini momen yang personal buat saya. Dulu di Bandung, saya disuruh mundur dan gak sampai ke penutupan. Hari ini, justru dipercaya oleh Ketum Bahlil menutup Munas. Hidup memang gak ada yang tahu,” ujar Dito.

Penutupan Munas berlangsung setelah sejumlah agenda forum sempat diwarnai dinamika. Sidang pleno penutupan dan pembahasan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan Jerry Sambuaga juga sempat mendapat penolakan dari sejumlah perwakilan daerah.

Meski demikian, seluruh agenda Munas akhirnya diselesaikan dan forum menetapkan kepemimpinan baru untuk periode 2027-2031.

Dengan demikian, pertanyaan mengenai ketidakhadiran Bahlil dalam penutupan Munas masih belum memperoleh penjelasan khusus dari pihak yang bersangkutan dalam pernyataan yang disampaikan Dito. Yang disampaikan secara terbuka adalah bahwa Dito mendapat mandat untuk mewakili Bahlil dalam agenda tersebut.

Dito Bawa Pesan Bahlil untuk Konsolidasi AMPI

Dalam sambutannya, Dito menyampaikan salam sekaligus amanat Ketua Umum Partai Golkar kepada seluruh peserta Munas X AMPI.

Ia meminta kepengurusan baru segera melakukan konsolidasi organisasi dari tingkat pusat hingga daerah. Menurutnya, AMPI memiliki posisi penting dalam membangun ruang politik bagi generasi muda.

Dito juga mengapresiasi kepemimpinan Jerry Sambuaga selama satu periode sekaligus menyampaikan ucapan selamat kepada Zigo Rolanda yang kini dipercaya memimpin AMPI.

“Terima kasih untuk Bung Jerry yang sudah menjaga AMPI satu periode ini. Selamat untuk Bung Zigo. Tugas berikutnya jelas, rapatkan barisan dari pusat sampai daerah, dan jadikan AMPI rumah yang nyaman buat anak muda yang mau berpolitik dan berkontribusi untuk masyarakat,” demikian Dito.

Zigo sendiri tercatat menjadi calon tunggal setelah memperoleh dukungan 26 DPD AMPI tingkat I, sementara syarat minimal pencalonan disebut sebanyak 12 DPD.

Mandat kepengurusan baru AMPI periode 2027-2031 kini berada di tangan Zigo. Sementara itu, kehadiran Dito sebagai perwakilan Bahlil menjadi salah satu bagian menarik dari penutupan Munas X, terlebih Dito memiliki sejarah tersendiri dengan forum yang sama.

Hingga penutupan Munas, alasan spesifik Bahlil tidak hadir langsung tidak disampaikan dalam pernyataan Dito. Yang dipastikan, Dito hadir membawa mandat Bahlil untuk menutup agenda organisasi tersebut (red)