JAKARTA, BERITA SENAYAN – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta dukungan negara terhadap atlet Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tidak berhenti ketika mereka berdiri di podium dan menerima medali.
Puan menilai perjuangan atlet Indonesia harus diikuti dengan dukungan berkelanjutan, mulai dari pembinaan, masa kompetisi, pemulihan cedera, hingga jaminan pendidikan dan karier setelah mereka tidak lagi bertanding.
“Dukungan kepada atlet tidak boleh hanya hadir ketika mereka berdiri di podium. Negara harus menyertai perjalanan mereka sejak pembinaan, masa kompetisi, pemulihan cedera, sampai memperoleh kepastian pendidikan dan karier setelah tidak lagi bertanding,” kata Puan dalam keterangannya, Senin (21/9/2026).
Di tengah perjuangan kontingen Indonesia di Jepang, Puan juga memberikan dukungan kepada para atlet yang masih bertanding.
Ia meyakini perolehan medali Indonesia masih dapat bertambah hingga Asian Games Aichi-Nagoya 2026 berakhir. Puan mengajak masyarakat terus memberikan semangat kepada seluruh atlet dan tim pendukung.
“Karena perolehan medali masih terus bergerak, dukungan dari masyarakat Indonesia perlu terus diberikan kepada seluruh atlet dan tim pendukung yang masih berjuang di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Saya yakin, Tim Garuda pasti harumkan nama bangsa Indonesia,” ujar Puan.
Indonesia Mulai Koleksi Medali
Asian Games Aichi-Nagoya 2026 berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026 di Jepang. Pada awal penyelenggaraan, Indonesia telah mengoleksi medali dari sejumlah cabang olahraga. Perolehan tersebut menjadi bagian dari perjuangan kontingen Merah Putih untuk meningkatkan posisi Indonesia dalam klasemen medali.
Puan mengapresiasi capaian tersebut sekaligus mengingatkan bahwa setiap medali merupakan hasil proses panjang yang melibatkan banyak pihak.
Menurut Puan, penghargaan tidak hanya layak diberikan kepada atlet yang berhasil naik podium. Pelatih, tenaga kesehatan, ofisial, keluarga, serta berbagai pihak yang mendampingi persiapan atlet juga memiliki peran dalam pencapaian prestasi di arena internasional.
“Prestasi di arena internasional lahir dari latihan panjang, disiplin, pengorbanan, serta dukungan yang bekerja jauh sebelum pertandingan dimulai,” tutur Puan.
Ia menambahkan, setiap medali membawa kerja keras banyak orang yang berada di belakang perjuangan atlet.
“Setiap medali yang dipersembahkan untuk Indonesia membawa kerja keras atlet dan banyak orang yang mendukungnya. Mereka layak memperoleh penghargaan dan dukungan penuh dari Negara serta masyarakat,” imbuhnya.
Keselamatan Atlet Jadi Perhatian
Puan juga mengingatkan agar pencapaian prestasi tidak mengesampingkan keselamatan dan kondisi atlet selama kompetisi. Menurutnya, target medali memang penting, tetapi kesehatan fisik dan kesiapan mental atlet harus menjadi pertimbangan utama sepanjang pertandingan.
“Target prestasi tetap penting, tetapi keselamatan, kesehatan fisik, serta kesiapan mental atlet harus menjadi pertimbangan utama sepanjang kompetisi,” kata Puan.
Lebih lanjut, Puan meminta pemerintah memastikan seluruh kebutuhan kontingen Indonesia terpenuhi selama berlaga di Jepang. Ia menilai atlet harus dapat berkonsentrasi menghadapi pertandingan tanpa terbebani persoalan dukungan, kepastian penghargaan, maupun masa depan setelah karier kompetitif berakhir.
Bagi Puan, dukungan terhadap atlet harus menjadi bagian dari sistem pembinaan nasional, bukan hanya muncul ketika prestasi telah diraih.
Puan juga mendorong agar capaian Indonesia di Asian Games menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pembinaan olahraga secara berkelanjutan. Cabang olahraga yang berhasil meraih medali, kata dia, perlu mendapatkan kesinambungan pembinaan dan regenerasi. Sementara cabang yang belum mencapai sasaran harus memperoleh evaluasi serta dukungan untuk memperbaiki prestasi.
“Cabang yang berhasil meraih medali perlu dijaga kesinambungan regenerasinya, sedangkan cabang yang belum mencapai sasaran harus memperoleh evaluasi dan dukungan yang membangun, bukan penilaian yang mematahkan semangat atlet,” paparnya.
Puan Soroti Bibit Atlet dari Daerah
Selain atlet yang sudah berprestasi, Puan meminta perhatian juga diarahkan kepada talenta-talenta olahraga dari berbagai daerah. Menurutnya, potensi atlet tidak hanya berasal dari kota-kota besar. Karena itu, kesempatan untuk ditemukan, dibina, dan mendapatkan fasilitas olahraga harus terbuka bagi anak-anak berbakat di wilayah kepulauan, perbatasan, maupun pelosok.
“Negara harus membuka kesempatan yang adil agar anak-anak berpotensi dari wilayah kepulauan, perbatasan, dan pelosok dapat ditemukan, dibina, serta memperoleh fasilitas yang layak,” ujarnya.
Puan memastikan DPR akan terus mendukung kebijakan yang memperkuat pembinaan atlet dan ekosistem olahraga nasional.
“Medali adalah capaian yang membanggakan, tetapi warisan terbesarnya adalah lahirnya sistem yang membuat semakin banyak anak Indonesia percaya bahwa bakat, kerja keras, dan prestasi mereka mempunyai masa depan. Mari kita terus mendukung seluruh atlet Indonesia hingga pertandingan Asian Games di Jepang berakhir nanti,” pungkasnya (red)

Berita terkait