JAKARTA, BERITA SENAYAN – Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia menegaskan organisasi Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) memiliki peran strategis dalam mencetak kader-kader berkualitas untuk memperkuat Partai Golkar menghadapi Pemilu 2029. Menurutnya, proses kaderisasi harus dibangun melalui sistem meritokrasi agar melahirkan pemimpin yang memiliki kapasitas dan integritas.

Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat menghadiri Musyawarah Besar Luar Biasa (Mubeslub) MKGR di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (11/7/2026).

Bahlil mengatakan, organisasi Hasta Karya seperti MKGR merupakan tempat pembentukan karakter dan kualitas kader sebelum mereka mendapat amanah di kepengurusan Partai Golkar.

“Golkar sangat menaruh harapan besar kepada MKGR. Karena sesungguhnya yang akan mencetak kualitas kader itu adalah organisasi-organisasi Hasta Karya, baik yang mendirikan maupun yang didirikan. Di situlah dapur pembentukan karakter kualitas kader,” ujar Bahlil.

Ia menegaskan, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar bukan lagi tempat kader belajar berorganisasi, melainkan ruang untuk mengeksekusi berbagai program politik berdasarkan pengalaman dan pembinaan yang telah ditempuh di organisasi pendiri maupun Hasta Karya.

“DPP Golkar itu adalah tempat bukan untuk belajar lagi, tapi tempat untuk eksekusi dari hasil belajar di Hasta Karya,” katanya.

Bahlil menambahkan, kepengurusan Partai Golkar pada masa mendatang harus diisi oleh kader yang lahir melalui proses meritokrasi, bukan semata-mata berdasarkan kedekatan atau faktor lain di luar kapasitas.

“Makanya ke depan, pengurus DPP Partai Golkar adalah betul-betul kader yang lewat proses meritokrasi. Siapa yang akan bertanggung jawab membina dan membentuk kader-kader itu? Adalah organisasi-organisasi Hasta Karya dan termasuk organisasi pendiri Partai Golkar, lebih khusus kepada MKGR,” tegasnya.

Selain menekankan pentingnya kaderisasi, Bahlil juga meminta seluruh kader Golkar tetap berani memberikan kritik yang konstruktif kepada pemerintah. Menurutnya, koreksi yang disertai solusi merupakan bentuk dukungan politik untuk menyempurnakan kebijakan negara, bukan bentuk perlawanan terhadap pemerintah.

Ia menilai tradisi tersebut menjadi ciri khas Partai Golkar sebagai partai yang mengedepankan solusi dalam setiap persoalan bangsa.

Melalui kepemimpinan baru MKGR, Bahlil berharap organisasi tersebut semakin aktif membangun kualitas sumber daya kader sehingga mampu memperkuat konsolidasi Partai Golkar sekaligus menyiapkan pemimpin-pemimpin masa depan yang siap mengemban amanah di berbagai bidang (red)