JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi VIII DPR RI Husni menegaskan berbagai masukan dari para ulama akan menjadi pijakan penting bagi DPR dan pemerintah dalam memperbaiki penyelenggaraan ibadah haji 2027. Menurutnya, pandangan para tokoh agama dibutuhkan agar tata kelola haji semakin baik, tetap sesuai syariat, dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan bagi jemaah Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Husni dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi VIII DPR RI bersama pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2026).
Husni mengatakan forum tersebut menjadi wadah penting untuk menyerap pengalaman serta pandangan para ulama mengenai pelaksanaan ibadah haji. Seluruh masukan itu akan dijadikan referensi dalam menyempurnakan kebijakan penyelenggaraan haji pada musim berikutnya.
“Menarik sekali tadi apa yang tuan-tuan guru sampaikan tentang pelaksanaan ibadah haji. Masukan-masukannya yang sangat bagus,” ujar Husni.
Menurutnya, evaluasi penyelenggaraan haji menjadi semakin penting karena Pemerintah Arab Saudi kerap mengubah kebijakan menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji. Perubahan tersebut, kata Husni, berdampak pada berbagai skema pelayanan yang telah dipersiapkan pemerintah Indonesia, termasuk pelaksanaan murur dan tanazul.
“Sering kejadian, keputusan-keputusan Kerajaan Arab Saudi sering di injury time. Tahun 2025 sama kita mau agendakan murur dan tanazul, hari sebelum hari H tiba-tiba Kerajaan Arab Saudi membatalkan,” katanya.
Meski demikian, Husni mengapresiasi pelaksanaan murur dan tanazul pada musim haji 2026 yang dinilai berlangsung lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah, tahun 2026 ini murur dan tanazul itu dapat terlaksana dengan baik,” imbuhnya.
Selain mengevaluasi aspek teknis, Komisi VIII DPR RI juga terus mendorong efisiensi penyelenggaraan ibadah haji, termasuk upaya memperpendek masa tinggal jemaah Indonesia di Arab Saudi sebagai salah satu langkah menekan biaya haji.
“Kami sudah berjuang untuk itu, Pak. Karena itu adalah salah satu untuk menekan biaya haji,” jelas Husni.
Ia berharap seluruh aspirasi yang disampaikan para ulama tidak berhenti sebagai bahan diskusi, tetapi menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih adaptif dan berkualitas agar penyelenggaraan ibadah haji 2027 semakin baik.
“Kita kan duduk di sini pada siang hari ini tujuannya cuma satu, bagaimana haji tahun 2027 bisa jauh lebih baik lagi. Insyaallah banyak masukan-masukan dari bapak-bapak, tuan-tuan guru sekalian, yang mudah-mudahan ke depan bisa menjadi lebih baik lagi,” pungkasnya (red)

Berita terkait