JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Abdullah, meminta Polri melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola operasi pemberantasan narkoba menyusul gugurnya tiga anggota kepolisian saat menggerebek bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kalimantan Tengah. Menurutnya, keselamatan personel harus menjadi prioritas dalam setiap operasi berisiko tinggi.
Peristiwa yang terjadi pada Rabu (1/7/2026) malam itu merenggut nyawa Aipda Yudhie Perdana Putra, Aiptu Sumaryanto, dan Bripda Nopandri Ramadhana setelah mendapat perlawanan dari bandar narkoba beserta komplotannya.
Abdullah menyampaikan belasungkawa atas gugurnya ketiga anggota Polri yang dinilai telah mengorbankan jiwa demi memberantas peredaran narkotika.
“Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas gugurnya tiga anggota Polri yang telah mengorbankan jiwa dan raganya dalam memberantas peredaran narkoba. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujarnya.
Menurut Abdullah, insiden tersebut harus menjadi momentum pembenahan sistem operasi kepolisian, terutama ketika menghadapi jaringan narkoba yang memiliki potensi melakukan perlawanan bersenjata.
“Polri harus melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan operasi penindakan terhadap bandar narkoba. Jangan sampai ada lagi anggota yang gugur dalam menjalankan tugas karena kurangnya persiapan atau dukungan yang memadai,” tegas Abdullah.
Ia menilai setiap operasi harus disusun berdasarkan pemetaan ancaman yang komprehensif, didukung jumlah personel yang memadai, serta dilengkapi peralatan yang sesuai dengan tingkat risiko di lapangan.
“Perencanaan operasi harus benar-benar matang dengan mempertimbangkan seluruh potensi ancaman di lapangan. Penambahan personel serta dukungan peralatan yang memadai juga perlu dilakukan agar operasi berjalan lancar, sukses, dan keselamatan anggota tetap menjadi prioritas,” katanya.
Di sisi lain, Abdullah juga meminta Mabes Polri mengusut tuntas kasus tersebut hingga membongkar seluruh jaringan narkoba yang terlibat. Menurutnya, penegakan hukum tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan semata, tetapi harus menyasar aktor intelektual dan jaringan yang lebih besar.
Ia menegaskan, tragedi gugurnya tiga anggota Polri tidak boleh membuat aparat surut dalam memerangi narkoba. Sebaliknya, peristiwa itu harus menjadi pemicu untuk memperkuat strategi pemberantasan narkotika sekaligus meningkatkan perlindungan terhadap personel yang bertugas di lapangan (red)

Berita terkait