JAKARTA, BERITA SENAYAN – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Akbarshah Fikarno menegaskan bahwa keberhasilan aparat menggagalkan penyelundupan 325 kilogram sabu dari Thailand ke Aceh tidak boleh membuat pemerintah lengah. Menurutnya, kasus tersebut justru membuktikan jaringan narkotika internasional masih menjadikan Indonesia sebagai target utama penyelundupan.
Dave menilai peredaran narkoba lintas negara merupakan ancaman serius terhadap keamanan nasional yang harus dihadapi secara menyeluruh, mulai dari penguatan pengawasan laut hingga penindakan terhadap jaringan sindikat internasional.
“Penyelundupan narkotika seperti ini menunjukkan ancaman narkoba belum surut. Karena itu pengawasan laut harus terus diperkuat agar Indonesia tidak menjadi sasaran empuk jaringan penyelundupan internasional,” ujar Dave kepada Parlementaria di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Politisi Fraksi Partai Golkar itu menilai penguatan pengamanan maritim tidak hanya bertujuan menjaga kedaulatan wilayah, tetapi juga melindungi masyarakat dari masuknya narkotika yang dapat merusak generasi bangsa.
Menurutnya, pengawasan laut harus terus ditingkatkan melalui dukungan anggaran, teknologi modern, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di seluruh instansi yang memiliki kewenangan di wilayah perairan Indonesia.
Selain itu, Dave menekankan pentingnya koordinasi antarlembaga agar upaya pemberantasan penyelundupan narkoba dapat dilakukan secara cepat, efektif, dan terintegrasi.
“Sinergi itu penting karena wilayah kita sangat luas. Dibutuhkan kerja sama antarlembaga agar ketika terjadi pelanggaran, seluruh pihak dapat bergerak secara terkoordinasi,” tegasnya.
Dave menambahkan bahwa penguatan sistem pengawasan maritim juga diperlukan untuk mengantisipasi berbagai kejahatan lintas negara lainnya, seperti perdagangan orang dan penyelundupan barang ilegal.
“Bukan hanya narkotika, tetapi juga tindak pidana perdagangan orang dan berbagai bentuk penyelundupan lainnya. Karena itu koordinasi harus terus diperkuat secara intensif,” pungkasnya (red)

Berita terkait